Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Suka Menghidupkan Kembang Api Saat Perayaan Tahun Baru ? Ini Sejarah Kembang Api

Suka Menghidupkan Kembang Api Saat Perayaan Tahun Baru ? Ternyata Ini Sejarah Kembang Api, Awalnya Untuk Mengusir Roh Jahat.

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Ilustrasi Foto Seseorang Bermain Kembang Api 

Beberapa ilmuwan Barat kemudian meggunakan bubuk ini untuk membangun persenjataan militer yang kuat untuk kepentingan peperangan.

Sementara itu, bubuk mesiu yang lebih lembut digunakan sebagai kembang api dan hal itu semakin populer.

Kegunaan kembang api untuk memperingati kemenangan militer, kemudian untuk meningkatkan perayaan publik dan upacara keagamaan.

Pada abad pertengahan, ahi kembang api di Inggris dikenal sebagai firemasters.

Mereka memiliki asisten yang dikenal dengan sebutan "orang hijau" atau "green men".

Mereka mengenakan penutup kepala berwarna hijau untuk melindungi kepala mereka dari percikan api.

Para green men juga berperan sebagai pelawak, menghibur orang banyak dengan lelucon ketika mereka menyiapkan atraksi kembang api.

Itu merupakan profesi yang berbahaya pada saat itu, dengan banyak green men yang menderita luka-luka karena kesalahan dalam memainkan kembang api.

Ketika era Renaissance, sekolah-sekolah di Italia melatih para seniman kembang api dengan lebih baik lagi.

Orang Italia juga memasukkan sejumlah logam dan zat tambahan lainnya, menciptakan percikan api terang dan beraneka warna yang terlihat dalam pertunjukan kembang api.

Kembang api mendapatkan daya tarik sendiri bagi masyarakat Eropa ada umumnya.

Penggunaan kembang api semakin populer ketika bertepatan dengan penobatan maupun festival tertentu.

Amerika mengadopsinya Ketika Amerika Serikat terbentuk pada 4 Juli 1776, kembang api ikut menghiasi negara yang baru terbentuk itu.

Tahun berikutnya, pertunjukan kembang api memperingati ulang tahun pertama negara yang baru lahir itu.

Tradisi ini berlanjut pada peringatan kemerdekaan berikutnya, tiap tahun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved