Breaking News:

Mahakurawa: Membaca Kisah Mahabarata dari Perspektif Kurawa

Franz Magnis-Suseno dalam buku "Wayang dan Panggilan Manusia" menyebut moral wayang memberi kita pemahaman tentang ambiguitas dan kompleksitas hidup.

Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Kisah Mahakurawa oleh Anand Neelakantan terbit dalam dua jilid 

Mahakurawa: Membaca Kisah Mahabarata dari Perspektif Kurawa

TRIBUN-BALI.COM - Apakah Anda memiliki ketertarikan dengan kisah pewayangan?

Kisah-kisah pewayangan konon memiliki dimensi pemikiran yang kompleks, sekaligus menjadi cerminan hidup manusia.

Franz Magnis-Suseno dalam buku "Wayang dan Panggilan Manusia" menyebut moral wayang memberi kita pemahaman tentang ambiguitas dan kompleksitas hidup.

Dalam wiracarita Mahabarata, misalnya, kebenaran tidak ditampilkan secara hitam-putih, baik-buruk, atau benar-salah.

Kisah wayang justru menampilkan ambiguitas sebab permasalahan yang ditampilkan begitu luas.

Tetapi, sejarah ditulis oleh pemenang. Maka, jadilah kisah Mahabarata sebagai kisah heroisme Pandawa terhadap Kurawa.

Akan tetapi, di tangan Anand Neelakatan, kisah Mahabarata dijungkirbalikkan dalam buku " Mahakurawa ".

Kisah Mahakurawa jilid pertama telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari judul aslinya 'Roll of the Dice".

Buku ini menampilkan kisah Mahabarata dari sudut pandang tokoh-tokoh yang dianggap jahat seperti Duryudana, Aswatama, hingga Sengkuni.

Halaman
12
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved