Mahakurawa: Membaca Kisah Mahabarata dari Perspektif Kurawa
Franz Magnis-Suseno dalam buku "Wayang dan Panggilan Manusia" menyebut moral wayang memberi kita pemahaman tentang ambiguitas dan kompleksitas hidup.
Tayang:
Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Kisah Mahakurawa oleh Anand Neelakantan terbit dalam dua jilid
Dengan itu pula, ia menyuarakan pahlawan-pahlawan yang selama ini suaranya terabaikan.
"Aku berharap kalian menepikan sejenak kisah Mahabharata yang kalian dengar dari kakek-nenek kalian, pun kisah yang pernah kalian tonton pada pagelaran wayang atau yang diceritakan oleh guru kalian, kemudian bacalah buku ini sebagai cerita baru," tulis Anand.
Kisah Mahakurawa oleh Anand Neelakantan terbit dalam dua jilid: "Mahakurawa 1: Cakra Manggilingan" dan "Mahakurawa 2: Kaliyuga."
Cetakan pertama dalam bahasa Indonesia telah terbit pada Agustus 2019 oleh penerbit Javanica.
Apakah Anda tertarik membaca epos besar dari sudut pandang lain ini? (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kisah-mahakurawa-oleh-anand-neelakantan-terbit-dalam-dua-jilid.jpg)