Pohon Tumbang di Bali
Empat Kecamatan di Bangli Terdampak Pohon Tumbang
Empat Kecamatan di Bangli Terdampak Pohon Tumbang, dampak cuaca ekstrem di Bangli diantaranya longsor, pohon tumbang, dll
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Bangli,Bali Sabtu (4/1/2020) berdampak pada sejumlah kejadian bencana.
Meskipun tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa, musibah tersebut nyatanya berbuntut pada kerugian materiil.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bangli, I Ketut Gede Wiredana, Minggu (5/1/2020) menyebut seluruh kecamatan di Bangli terdampak musibah hujan lebat disertai angin kencang Sabtu (4/1/2020).
Seperti di Dusun Tegalasah Kaja, Desa/Kecamatan Tembuku, Wiredana mengatakan hujan lebat mengakibatkan pohon tumbang serta menimpa dapur dan kandang ayam milik I Wayan Laba (63).
• Hari Ini TRC BPBD Badung Tangani 5 Pohon Tumbang di Abiansemal hingga Petang
• Pohon Tumbang Timpa Dua Rumah Warga di Klungkung
“Akibatnya korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp. 50 juta,” ujarnya.
Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Bangli, tepatnya di Lingkungan Kubu, Kelurahan Kubu.
Wiredana mengatakan sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa bangunan gudang milik Jro Mangku Pucak.
Alhasil pria 69 tahun itu mengalami kerugian materiil sebesar Rp. 10 juta.
Sementara di Kecamatan Susut, Wiradana mengatakan tedapat dua titik kejadian pohon tumbang, yakni di Desa Sulahan dan Desa Sekardadi.
Untuk di Desa Sulahan, lanjutnya, pohon jenis cempaka tumbang menimpa kabel listrik dan atap warung milik Jro Mangku Bujangga.
Kendati demikian kejadian tersebut tidak menyebabkan kerguian materiil.
“Kejadian yang sama juga diketahui di Desa Sekardadi, tepatnya di ruas jalur Bangli-Kintamani. Material pohon yang tumbang sempat menyebabkan arus lalu lintas macet. Namun petugas sudah melakukan upaya evakuasi. Pun demikian musibah pohon tumbang di hutan BKSDA wilayah Desa Suter, Kintamani tepatnya di jalur Suter – Karangasem juga sudah dilakukan upaya evakuasi oleh dinas dinas Kehutanan Provinsi dan BPBD Provinsi Bali,” katanya.
Berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan BMKG, Wiredana mengungkapkan aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksi mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia.
Atas kondisi itu kondisi tersebut, lanjutnya, BMKG memprakirakan dalam sepekan kedepan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa curah hujan dengan intensitas lebat.
“Termasuk wilayah Bali juga berpotensi terjadi hujan lebat, disertai angin kencang. Tidak menutup kemungkinan juga disertai kilatan petir. Sejatinya cuaca ekstrem ini merupakan siklus tahunan, biasanya terjadi pada Desember akhir hingga awal Maret. Namun bisa saja maju ataupun mundur,” jelasnya.
Karenanya sesuai prakiraan BMKG, imbuh Wiredana, dalam rentang waktu 5 Januari hingga 12 Januari masyarakat diharapkan mewaspadai bencana yang berpotensi terjadi.
Khususnya di Bangli, potensi bencana sebagai dampak cuaca ekstrem diantaranya longsor, pohon tumbang, hingga banjir badang.
“Banjir bandang seperti yang terjadi dua tahun lalu di wilayah Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan dan Desa Belandingan. Banjir bandang ini terjadi salah satunya akibat perubahan lingkungan,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-bpbd-bangli-ketika-melakukan-evakuasi-material-pohon-tumbang.jpg)