Kapal China Bermanuver Saat Diadang KRI di Natuna, Jenderal TNI Langsung Perintahkan Ini ke Prajurit

Urusan TNI adalah hal-hal yang berkaitan dengan pengamanan urusan laut, perbatasan di wilayah laut, serta pengamatan dan pengintaian

Kapal China Bermanuver Saat Diadang KRI di Natuna, Jenderal TNI Langsung Perintahkan Ini ke Prajurit
Capture @KompasTV
TNI Siaga Tempur di Natuna. Belakangan kawasan itu diklaim China dan sejumlah kapal asing masuk ke perairan Natuna menangkap ikan. Kapal China Bermanuver Saat Diadang KRI di Natuna, Jenderal TNI Langsung Perintahkan Ini ke Prajurit 

Kapal China Bermanuver Saat Diadang KRI di Natuna, Jenderal TNI Langsung Perintahkan Ini ke Prajurit

TRIBUN-BALI.COM - Kapal China Bermanuver Saat Diadang KRI di Natuna, Jenderal TNI Langsung Perintahkan Ini ke Prajurit

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sisriadi mengatakan untuk mengurangi ketegangan antara Indonesia dan China di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Perairan Natuna Kepulauan Riau merupakan urusan diplomatik lewat Kementerian Luar Negeri.

Ia mengatakan, urusan TNI adalah hal-hal yang berkaitan dengan pengamanan urusan laut, perbatasan di wilayah laut, serta pengamatan dan pengintaian di wilayah kedaulatan Indoensia dan ZEEI.

"Jadi perkara ketegangan itu sudah pada urusan diplomasi, jadi pada Bu Menlu dengan Menlu China," kata Sisriadi di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur pada Senin (6/1/2019).

Dia mengatakan prajurit-prajurit TNI tidak ingin terprovokasi dengan manuver-manuver yang dilakukan oleh kapal ikan dan kapal coast guard China di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Perairan Natuna.

 

Polemik Masuknya Kapal China di Natuna Indonesia, Guru Besar UI: Diskusi Bukan Solusi

"Jadi kami tidak ingin terprovokasi. Mereka melakukan provokasi supaya kita melanggar hukum laut internasional itu sendiri, sehingga kalau itu terjadi, justru kita yang disalahkan secara internasional dan justru kita yang rugi. Jadi prajurit melakukan tugasnya dengan rule of engagement (aturan pelibatan) yang diadopsi dari hukum nasional maupun internasional," kata Sisriadi.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan pantauan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) terdapat dua kapal coast guard China masih berada di dalam yurisdiksi Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna Utara Kepulauan Riau hingga Minggu (5/1/2020) pukul 17.00 WIB.

Sementara tiga kapal coast guard China dan kapal ikan lainnya juga terpantau berada di luar ZEEI.

Tidak hanya itu, Bakamla juga masih melihat sejumlah kapal ikan China yang masih beroperasi di perairan tersebut.

Mengenal KRI Tjiptadi-381, Adang Kapal Asing Masuk Indonesia, Usir Kapal China & Vietnam dari Natuna

China Klaim Kepemilikan Natuna Berdasarkan Sembilan Garis Putus-putus, Apa Itu Nine Dash Line?

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved