Sponsored Content

Penggelapan Pajak Hotel Hanging Garden Disidangkan, Korban Berharap Pelaku Lain Terungkap

Penggelapan Pajak Hotel Hanging Garden Disidangkan, Korban Berharap Pelaku Lain Terungkap Di Pengadilan

Penggelapan Pajak Hotel Hanging Garden Disidangkan, Korban Berharap Pelaku Lain Terungkap
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto : Kuasa Hukum Korban, IGN Wirabudiasa Jelantik 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus penggelapan pajak Hotel Hanging Garden, Payangan, Gianyar, Bali senilai Rp 13 miliar, akhirnya memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Selasa (7/1/2020).

Sidang dengan terdakwa tunggal, Arif Muhamad Lufti.

Pihak korban melalui pengacaranya, berharap pengadilan bisa membongkar kasus ini secara objektif.

Sebab ada dugaan, pelaku kejahatan negara ini dilakukan lebih dari satu orang.

Anton Medan Menangis Bela Pablo Benua Saat Sidang Ikan Asin, Dia Bukan Penjahat yang Harus Diadili

Presiden Donald Trump Desak Senat AS Secepatnya Menggelar Sidang Pemakzulannya, Mengapa?

Korban Ade Chairani Nursafitri, salah-satu owner Hanging Garden, yang juga kakak kandung terdakwa, saat ini didampingi tiga oleh pengacara dari Bali Bagus Law Office, yakni IGN Wirabudiasa Jelantik SH, I Gusti Ngurah Yogisemara, SH, dan I Kadek Dewantara, SH.

Kuasa Hukum Korban, IGN Wirabudiasa Jelantik SH, mengatakan, pengadilan harus membongkar pelaku-pelaku penggelapan ini.

Sebab yang menjadi korban bukan hanya uang negara, tetapi juga perusahaan.

Pihaknya memiliki asumsi ada pelaku lain, berdasarkan kejanggalan-kejanggalan yang ditampak nyata.

Satu di antaranya adalah rentang waktu.

Dimana hotel ini dituding menggelapkan pajak sekitar tiga tahun, dari Oktober 2015 sampai November 2017.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved