Api Seketika Membakar Nyoman Mayun dan Motornya, Keluarga Penabrak Ungkap Niat Baik Ini

Api Seketika Membakar Nyoman Mayun dan Motornya, Keluarga Penabrak Ungkap Niat Baik Ini

Polres Tabanan
Sepeda motor yang hangus terbakar akibat kecelakaan di Jalan By Pass Nyanyi Jurusan Canggu-Tanah Lot, Banjar Mertasari, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Minggu (12/1/2020) malam. Kronologi Kecelakaan di By Pass Nyanyi, Pekak Mayun Terseret, Bensin yang Dibawa Percikkan Api 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Pihak keluarga pengemudi mobil yang mengalami peristiwa kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan seorang warga, Nyoman Mayun (65) mengalami luka bakar sekujur tubuhnya berjanji akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Pihak keluarga, berencana akan mengganti seluruh kerugian yang diakibatkan seperti membiayai perawatan korban luka bakar dan mengganti sepeda motor yang hangus terbakar.

"Orangtua pengemudi mobil yang menabrak korban berjanji akan mengganti sepeda motor Scoopy yang terbakar dan sudah bertemu dengan korban di wilayah Desa Cepaka, Kediri," kata Kasatlantas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wila Indrayani, Senin (13/1/2020).

Ini Penyebab Kapal China Ogah Keluar dari Natuna, Ada Pesan Penting Presiden Xi Jinping

Kapolsek Kediri, Kompol Marzel Doni menambahkan, pihak keluarga berjanji akan bertanggung jawab dengan segala kerugian yang diakibatkan oleh peristiwa kecelakaan lalulintas Jalan Raya Munggu-Tanah Lot Tersebut.

Sementara itu, korban yang menderita luka bakar sudah dirujuk ke RSUP Sanglah, Senin (13/1/2020) siang.

"Pengemudi mobilnya akan lakukan itu. Artinya dia akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Baik itu mengganti sepeda motor yang terbakar dan biaya perawatan korban yang mengalami luka bakar," ucapnya.

Penyebab Kematian Lina Mantan Istri Sule Terungkap, Tanda Tanya itu Terjawab Sudah

Sebelumnya, kecelakaan terjadi di wilayah Hukum Polres Tabanan.

Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Jalan By Pass Nyanyi Jurusan Canggu-Tanah Lot, Banjar Mertasari, Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (12/1/2020) malam.

Peristiwa lakalantas ini melibatkan sebuah mobil dan dua sepeda motor.

Rumah di Bali Kerap Didatangi Tamu Tak Diundang, Luna Maya: Ini Rumah Kayak Hutan

Bahkan, hingga mengakibatkan salah satu korban mengalami luka bakar 80 persen.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza Nomer Polisi DK 1767 EA dengan sepeda motor Honda Grand nomer polisi DI 5434 GJ serta sepeda motor Honda Scoopy nomor polisi DK 3170.

Peristiwa itu terjadi Minggu (12/1/2020) malam sekitar pukul 20.19 Wita.

Bermula dari mobil yang dikendarai oleh I Putu Joni Saputra (27) bergerak dari arah barat (jurusan Tanah Lot) menuju arah timur (jurusan Munggu).

Saputra tidak stabil saat mengemudikan mobil karena pengaruh alkohol.

Setibanya di TKP, pada saat bersamaan datang pengendara sepeda motor yang dikendarai oleh I Nyoman Mayun (65) dari arah timur (jurusan Munggu) berencana menyeberang ke arah utara menuju areal persawahan.

Saat itu, Pekak Mayun ini membawa bensin sebanyak 30 liter.

Seketika Pekak Mayun ditabrak oleh mobil Avanza tersebut hingga terseret beberapa meter.

Selain terseret, minyak bensin yang dibawa oleh Pekak Mayun pun tumpah hingga menimbulkan percikan api.

Api pun membakar Pekak Mayun berserta kendaraannya dan mengenai sepeda motor yang dikendarai I Ketut Supirman yang berada di depannya.

Akibatnya, Pekak Mayun mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya (80 persen).

Sedangkan Ketut Supirman menderita luka bakar di bagian tangan dan kaki kanan.

Kemudian sepeda motor scoopy seluruh bodinya hangus terbakar.

Sementara, sepeda motor grand dan mobil mengalami kerusakan pada bagian depan.

Curhat Sang Anak

Saat Tribun Bali mendatangi RSUP Sanglah dan bertemu dengan anak kedua dari korban yakni I Made Nuratayasa (37).

Nuratayasa pun mengungkapkan kondisi terkini bapaknya tersebut (korban).

"Saat ini kondisi bapak belum sadar dan diberi alat bantu pernapasan karena ada pembengkakan di bagian leher," ujarnya saat ditemui di ruang perawatan luka bakar RSUP Sanglah, Senin (13/1/2020)

Ia menjelaskan, bensin yang dibeli ayahnya digunakan untuk bahan bakar mesin gergajinya.

"Kan bapak saya kerja sebagai tukang potong kayu dan petani. Beli bensin itu untuk isi gergaji mesinnya untuk bekerja hari ini, karena juga kan bapak banyak order-an untuk potong kayu," kata Nuratayasa.

Ia mengaku kaget saat mendapati kabar ayahnya mengalami kecelakaan

Nuratayasa pun bergegas ke TKP.

"Saya tahu dikabari oleh teman saya. Awalnya saya kira kecelakaan saja, tapi saat saya ke TKP di jalan By pass Nyanyi itu kok ada pemadam kebakaran. Katanya, bapak saya kebakaran dan sampai dibantu oleh pemadam kebakaran."

"Dari situ saya langsung ke RSUD Mangusada, karena bapak dilarikan ke situ, kemudian pukul 23.00 Wita bapak dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar," ujarnya

Anak kedua dari korban ini juga mengatakan, luka bakar akibat api itu hampir mengenai seluruh badan korban.

"Luka bakarnya 80 persen. Yang tidak terkena luka bakar itu hanya kedua kakinya yakni dari mata kaki sampai jari dan batas pusar (perut) sampai bagian intimnya. Jadi hanya itu aja yang kebakar. Kemungkinan kebakarannya cukup lama sampai dibantu pemadam kebakaran. Sampai dompet dan baju hangus semua," ujarnya

Lanjutnya, keluarga terduga pelaku juga sempat datang dan menemui keluarga korban untuk berdamai.

"Tadi kisaran pukul 12.00 Wita, orang tua dari terduga pelaku datang ke sini untuk ngomongin damai, tapi kita dari pihak kelurga juga masih belum rembukan terkait itu dan kita masih fokus pada pemulihan bapak," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved