Berita Banyuwangi
Jadi Daerah Pembudidaya Terbesar, Banyuwangi Ekspor Unagi ke Jepang
Produk olahan ikan sidat (anguiliformes) atau unagi Banyuwangi kembali diekspor ke berbagai negara, salah satunya Jepang.
Bupati Anas menyampaikan kegembiraannya bahwa di tengah ancaman perlambatan ekspor, Banyuwangi masih getol mengekspor sejumlah komoditas, mulai kopi, cokelat, beras organik, hingga olahan ikan termasuk sidat.
“Ini membuktikan produk Banyuwangi berkualitas ekspor,” kata Anas.
Anas juga bersyukur karena sidat kini dikembangkan banyak pembudidaya rakyat, tidak hanya digarap oleh korporasi.
Beberapa tahun lalu, hanya korporasi yang mengembangkan sidat di Banyuwangi.
Namun, melihat potensinya, kini kelompok pembudidaya ikan rakyat mulai tertarik mengembangkannya.
”Semoga bisa terus berkembang, menjadi instrument untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anas.
• Terdata 470 Penderita HIV/AIDS di Klungkung, Kurang dari 10 Merupakan PNS
Head of Aquaculture Division JAPFA, Ardi Budiono, mengatakan, berbagai produk olahan perikanan JAPFA Banyuwangi telah dipasarkan ke berbagai negara di benua Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia.
Khusus untuk sidat, Banyuwangi dipilih menjadi basis pengembangan karena ekosistem perairannya yang sangat mendukung.
“Pengembangan sidat sangat tergantung pada kualitas lingkungan, mengingat benihnya hanya bisa dikembangkan secara alami, termasuk proses restocking-nya. Jadi kalau sidat Banywuangi yang terbesar, ini menunjukkan kualitas air sekitarnya terjaga,” ujar Ardi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemberangkatan-ekspor-sidat-ke-jepang-dari-banyuwangi.jpg)