Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Berharap Bisa Atasi Pengurangan Karbon di Atas Rata-rata Nasional

Pemprov Bali mengaku bersungguh-sungguh dalam Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) bersama Menteri PPN/Kepala Bapenas Suharso Monoarfa menandatangani nota kesepahaman pembangunan rendah karbon di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (14/1/2020). Bali Berharap Bisa Atasi Pengurangan Karbon di Atas Rata-rata Nasional 

Bali Berharap Bisa Atasi Pengurangan Karbon di Atas Rata-rata Nasional

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemprov Bali mengaku bersungguh-sungguh dalam Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK).

Tidak tanggung-tanggung, Bali berharap bisa mengurangi gas emisi rumah kaca (GRK) di atas rata-rata nasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, dalam upaya pengurangan emisi GRK ini, Bali harus lebih baik dari rata-rata nasional.

“Karena Bali ini harapan,” kata Ika Putra saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon, Rabu (15/1/2020) sore.

Menurutnya, hal itu optimis bisa tercapai karena didukung sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan Gubernur Bali Wayan Koster.

Berbagai kebijakan itu mulai dari pertanian organik, perang sampah plastik, penghijauan dan program Bali resik, motor listrik hingga progam Bali mandiri energi dengan energi bersih.

“Bali sudah seperti ini, angkanya kita yakin di atas nasional nanti. Makanya kita siap. Tinggal sekarang dirumuskan itu semua dalam angka. Angka ini harus dihitung dan yang ini pakar yang hitung,” jelasnya.

Ratu Keraton Agung Sejagat Bukan Istri Sah, Hanya Teman Wanita Raja Keraton Agung Sejagat

Sempat Minum Wine, Kesaksian Wanita Panggilan Lihat Bupati Boven Digoel Jatuh Usai Bermain

Oleh karena itu, dalam menganalisis emisi GRK ini pihaknya akan membicarakannya dengan Universitas Udayana (Unud).

Hal itu dilakukan karena Unud mengetahui situasi emisi di Bali melalui berbagai macam penelitian.

Sementara itu, mengenai rencana aksi dalam pengurangan GRK ini, akan ada pembicaraan lagi antara Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan Pemprov Bali.

“Nanti kita yang dipanggil Bappenas atau Bappenas yang datang ke kita,” kata dia.

Dijelaskan Ika Putra, PPRK ini memang sebagai paradigma baru pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan alam.

Komitmen ini, kata dia, sesuai dengan visi pembangunan daerah Provinsi Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang juga memperhatikan alam seperti alih fungsi, penghijauan, pertanian yang ramah lingkungan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved