Berita Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Kumpulkan Kepala Sekolah dan Guru, Samakan Persepsi Konsep Pendidikan

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengumpulkan para kepala sekolah se-kabupaten untuk menyamakan persepsi tentang konsep pendidikan.

Bupati Banyuwangi Kumpulkan Kepala Sekolah dan Guru, Samakan Persepsi Konsep Pendidikan
haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengumpulkan para kepala sekolah se-kabupaten untuk menyamakan persepsi tentang konsep pendidikan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengumpulkan para kepala sekolah se-kabupaten untuk menyamakan persepsi tentang konsep pendidikan.

Salah satu yang ditekankan Anas adalah adanya koneksi batin antara kepala sekolah, guru dan siswa, sehingga sekolah bukan hanya mengejar pretasi akademis tapi memberi pengasuhan dan membimbing untuk membangun karakter positif murid.

“Sudah banyak kita saksikan betapa anak yang prestasi akademisnya baik namun tidak dibarengi dengan karakter positif yang kuat , tidak bisa bertahan menghadapi perjuangan kehidupan. Sekalipun mampu menonjol secara ekonomi namun di sisi kehidupan lainnya justru terpuruk,” kata Bupati Anas saat memberikan pengarahan kepada kepala sekolah SD & SMP se-kabupaten di Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis (16/01/2020).

Acara itu dihadiri 164 Kepsek SD, Kepsek SMP 110 orang, Kepsek SMA negeri dan swasta sebanyak 48 orang, Kepsek SMKN/swasta sebanyak 74 orang dan Kepsek PKLK Pendidikan Khusus sebanyak 42 orang.

Mobil Putih Penabrak Ketut Pasek Masih Misterius, Korban Dibiarkan Bersimbah Darah di Jalanan

Choky Vandra Akan Luncurkan Single Terbaru Berjudul Panah Asmara, Hadirkan Petra Sihombing

Anas mengatakan, Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, telah menyampaikan tentang kunci pendidikan efektif yang bisa meningkatkan prestasi sekaligus membangun karakter positif anak. Yaitu adanya koneksi batin antara guru dan murid.

“Koneksi batin ini berarti dalam mendidik murid, guru tidak sekedar memberikan materi pelajaran akademis namun ada fungsi pengasuhan dan membimbing murid,” katanya.

Anas melanjutkan mendidik dengan mengasuh dan membimbing berarti guru melakukan fungsi yang tidak hanya sekedar mengacu pada satuan pelajaran.

Namun memberikan perhatian yang lebih.

Seperti melihat potensi siswa hingga mengarahkannya, melihat latar belakang keluarga siswa apabila menemui kendala dalam sekolahnya hingga berupaya mencarikan solusi terbaik.

Indonesia Masters 2020, Fajar/Rian Tembus Babak Perempat Final

Ilija Spasojevic Telah Kembali, Ini Jadwal Bali United Liga Champions Asia 2020 dan AFC 2020

“Jadi itu semua itu adalah tugas kepala sekolah bersama guru. Kepala sekolah khususnya harus memberi waktu lebih untuk memperhatikan semua yang ada di sekolah., dan guru-guru diminta untuk tidak lagi hanya memberi tugas siswa lalu ditinggal pergi. Saya minta tolong jangan lagi ada yang seperti itu,” pinta Anas.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved