Jumlah Anggota KPN Praja Menurun, Ini Harapan Sekda Pemprov Bali

Semua anggota wajib ikut memelihara, membesarkan dan menumbuhkan Koperasi secara bersama-sama.

Jumlah Anggota KPN Praja Menurun, Ini Harapan Sekda Pemprov Bali
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Praja Kantor Gubernur Bali di Gedung Nari Graha, Denpasar, Bali, Selasa (21/1/2020). 

Jumlah Anggota KPN Praja Menurun, Ini Harapan Sekda Pemprov Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra berpesan agar para pengurus Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Praja Kantor Gubernur Bali kedepan bisa semakin solid dalam menjalankan kewajibannya.

“Disamping saya harapkan para pengurus bisa lebih berinovasi dan berkreasi dalam perumusan program berikutnya. Sehingga koperasi ini semakin berkembang dan lebih mampu memberikan kontribusi positif buat para anggotanya,” kata Sekda Dewa Indra dalam sambutannya pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi KPN Praja tahun 2019, di Gedung Nari Graha, Denpasar, Bali, Selasa (21/1/2020).

Dilanjutkan Sekda Dewa Indra, Koperasi KPN Praja yang berdiri sejak 1980 ini adalah milik bersama para abdi negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Sehingga semua anggota wajib ikut memelihara, membesarkan dan menumbuhkan Koperasi secara bersama-sama.

Ketua Koperasi KPN Praja Luh Putu Haryani menyampaikan, RAT yang dilaksanakan untuk yang ke-38 kalinya tersebut bertema Dengan Semangat Perkoperasian kita tingkatkan pelayanan untuk menyongsong revolusi 4.0.

Dan dalam rencana kerja tahun 2020, koperasi KPN Praja akan selalu memperhatikan aspek kelembagaan, aspek usaha dan aspek keuangan.

“RAT ini dihadiri sekitar 178 anggota, yang terdiri dari Biro, Badan Dinas dan Undangan Khusus. Secara total, sampai saat ini jumlah anggota koperasi mengalami sedikit penurunan. Pada 2018, jumlah anggota sebanyak 3.060 orang, dan tahun 2019 turun menjadi 2.946 orang. Hal ini disebabkan karena adanya anggota yang pensiun, pindah tugas dan meninggal,” tambahnya.

Meskipun demikian, Haryani menyebut aset dan SHU selalu meningkat tiap tahun.

Terbukti, pada 2018, total aset yang dimiliki Rp 34.823.175.737 dengan SHU Rp 1.737.956.857.

Sedangkan aset saat ini per 31 Desember 2019 sebesar Rp 39.958.098.514 dengan SHU Rp 1.868.772.507.

“Melihat realisasi aset dan SHU yang terus mengalami peningkatan, menunjukkan kepercayaan anggota yang tinggi terhadap koperasi KPN Praja," ucapnya. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved