Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

6 Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua Pada Anak Agar Terhindar dari Aksi Bullying

Bullying merupakan hal yang sering terjadi di masyarakat. Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua pada anak agar terhindar dari aksi bullying

Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay
foto ilustrasi anak sedih yang sedang duduk di dermaga 

TRIBUN-BALI.COM - Bullying (perundungan) merupakan hal yang sering terjadi di masyarakat.

Tidak hanya di tempat kerja, bullying juga sering terjadi di sekolah.

Bullying terjadi karena berbagai macam faktor, seperti rasa iri seseorang pada korban bullying  ataupun korban memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan lainnya.

Sebagai orangtua mungkin kita khawatir tentang anak yang bisa saja menjadi korban bullying.

12 Sampel Makanan Diuji di Pasar Badung, Terasi dan Teri Medan Mengandung Rhodamin B dan Formalin

Makanan Simbol Keberuntungan Dan Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Saat Hari Raya Imlek

4 Janda Tertipu Janji Dinikahi Anggota TNI Gadungan, Pria Ini Kerap Berganti Nama

Kita semua bisa melakukan sejumlah cara untuk mencegah agar anak tak menjadi korban bullying.

Bullying terjadi dalam bentuk fisik, verbal, dan yang terbaru adalah di dunia maya atau dikenal dengan istilah "cyber bullying".

Bullying bisa membuat korban merasakan depresi, yang pada beberapa kasus berujung pada bunuh diri.

Karenanya keluarga dan lingkungan punya peran yang sangat penting dalam hal pencegahan.

Psikolog dari Citra Ardhita Psychological Services, Ayoe Sutomo, M.Psi menyebutkan, beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua pada anak agar terhindar dari aksi bullying, antara lain:

1. Membangun konsep diri yang baik

Ayoe menjelaskan, konsep diri adalah bagaimana anak memandang dirinya, untuk itu anak perlu diajarkan untuk memiliki pandangan diri yang baik.

Membentuk pandangan diri yang baik bisa diawali dengan menciptakan lingkungan yang suportif di keluarga.

Misalnya, dengan tidak sering menyalahkan anak karena bisa merusak konsep diri mereka.

"Misalnya dengan mengatakan, 'Kamu enggak bisa apa-apa, gitu aja enggak bisa.' Kata-kata itu kecil, tapi jika berulang, konsep anak akhirnya merasa enggak bisa apa apa," ujarnya.

Setiap anak pasti memiliki kekurangan, namun setiap anak juga pasti memiliki kelebihan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved