Pasca Jebolnya Ornamen Pasar Badung, Masa Pemeliharaan Pasar Badung Diperpanjang 6 Bulan
Pasca Jebolnya Ornamen Pasar Badung, Masa Pemeliharaan Pasar Badung Diperpanjang 6 Bulan
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Seperti diberitakan sebelumnya, ornamen Pasar Badung, Denpasar, Bali di sisi barat jebol pada Minggu (8/12/2019) lalu.
Hal tersebut pun membuat masa pemeliharaan yang seharusnya berakhir pada 28 Desember 2019 harus diperpanjang.
Walaupun bagian yang jebol sudah diperbaiki, namun masa pemeliharaan oleh rekanan ini tetap diperpanjang untuk memberikan jaminan pemeliharaan pasar yang dianggap sebagai pasar termegah di Bali ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta, Rabu (22/1/2020) mengatakan masa pemeliharaan ini diperpanjang selama 6 bulan.
• Tingkatkan Pengamanan PG, Ini yang Diinginkan Kabag Ops Polres Badung Pada Personilnya
• Raja & Ratu Keraton Agung Sejagat Tampil di ILC Tapi Tak Mau Jawab, Karni Ilyas Beri Tanggapan Telak
• Susul Vanessa Angel, Jane Shalimar Ternyata Juga Akan Menikah, Ini Calon Suaminya
Perpanjangan ini dihitung dari tanggal 28 Desember 2019, di mana tanggal tersebut seharusnya masa pemeliharaan telah berakhir.
"Kami meminta untuk memperpanjang masa pemeliharaan yang dilakukan rekanan hingga enam bulan kedepan. Ini dilakukan untuk memberikan jaminan pemeliharaan setelah sebelumnya ditemukan keretakan pada dinding sebelah barat," kata Jimmy.
Sebelumnya, perbaikan untuk ornamen Pasar Badung yang jebol tersebut juga tetap dibebankan kepada pihak rekanan.
Menurut pengakuan Direktur Umum PD Pasar, AAN Yuliartha, pertanda jebolnya ornamen ini sudah terlihat empat bulan setelah pemasangan ornamen ini selesai.
"Kalau tidak salah, saya lihat 4 bulan setelah pemasangan style Bali itu sudah mulai kelihatan retak rambut dan setiap hari semakin bergerak semakin besar," katanya.
Dirinya melaporkan hal tersebut kepada PPK dan pihak pemborong.
Namun pemborong mengatakan tidak apa-apa karena tidak kena struktur bangunan.
"Nah itu penjelasannya, karena orang teknis yang bilang seperti itu, jadi saya ikut mereka, apalagi dikatakan tidak kena strukturnya langsung," katanya.
Namun retak rambut tersebut ternyata berubah menjadi lebih retak besar, dan pihaknya pun melaporkan kepada OPD terkait.
"Saya kirim foto terakhir tanggal 6 Desember yang ditujukan kepada Kadis PU, Kadis Perindag, dan Bagian Kerjasama. Saya bilang, Pak Kadis tolong diantensi karena akan ada kunjungan dewan hari Senin, tanggal 9 agar dijelaskan secara teksni masalah ini, karena saya kurang paham kalau teknis," katanya.
Bahkan pada Minggu pagi dirinya sempat memantau di lokasi dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasar-badung-denpasar-bali.jpg)