Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Banyuwangi

Berlatar Selat Bali, Tol Banyuwangi Tonjolkan Arsitektur Khas Kearifan Lokal

Proses pembangunan tol Trans Jawa kini sedang memasuki pembangunan sisi tertimur. Yakni, ruas tol yang menghubungkan dari Probolinggo menuju ke Banyuw

Tayang:
haorrahman
Berlatar Selat Bali, Tol Banyuwangi Tonjolkan Arsitektur Khas Kearifan Lokal 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Proses pembangunan tol Trans Jawa kini sedang memasuki pembangunan sisi tertimur. Yakni, ruas tol yang menghubungkan dari Probolinggo menuju ke Banyuwangi.

Saat ini, tol yang diberi nama Probowangi itu memasuki sejumlah tahapan persiapan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pemerintah daerah telah bertemu manajemen PT Jasa Marga sebagai pengembang ruas tol tersebut untuk mengakomodasi konsep arsitektur yang khas budaya setempat.

“Misalnya, rest area untuk UMKM menggunakan arsitektur khas rumah Suku Osing Banyuwangi. Kemudian pintu keluarnya didesain dengan pendekatan budaya lokal kami. Itu akan menjadi ikonik, sebab pintu keluar tolnya punya view keren Selat Bali,” ujar Anas, Jumat (24/1/2020).

“Ini akan keren, apalagi ke depan berpadu dengan revitalisasi Pelabuhan Ketapang yang akan digarap BUMN PT ASDP dengan pendekatan arsitektur yang ikonik melibatkan arsitek berpengalaman Gregorius Supie,” tambahnya.

Anas yakin, pengembangan tol akan semakin menggeliatkan ekonomi Banyuwangi.

“Kami akan satukan paket pemasaran Bali dan Banyuwangi, karena lewat tol ini lebih mudah dan cepat ke Banyuwangi dan Bali. Ke Banyuwangi, bisa dapat Bali. Ke Bali, bisa dapat Banyuwangi,” kata Anas.

Beberapa pengembangan pun telah dilakukan Banyuwangi untuk menyambut beroperasinya jalan tol tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

“Pariwisata berbasis rakyat terus berkembang. Atraksi kuliner di destinasi semakin pesat. Lalu ada Jatim Park yang dalam proses pembangunan. Lalu ada destinasi alam yang penuh pesona. Semuanya siap menyambut lonjakan kunjungan seiring beroperasinya tol ke depan,” beber Anas.

Direktur Utama PT Jasa Marga Probowangi Hari Pratama sepakat dengan sejumlah gagasan Pemkab Banyuwangi.

Pihaknya sangat mengapresiasi perlunya arsitektur lokal dalam pembangunan tol.

"Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi ide ini. Tantangannya hanya pada memadukan kekhasan arsirektur lokal dengan standar regulasi yang telah ditetapkan kementerian," jelasnya.

Bahkan, lanjut Hari, desain rest area sendiri nantinya bakal dibuat senyaman mungkin selayaknya destinasi wisata. Dengan memanfaatkan tebing, rest area akan dibuat terasiring.

"Sehingga pemandangan Selat Bali benar-benar bisa dinikmati sembari beristirahat di rest area," ujarnya.

Hari juga optimistis ruas tol tersebut bakal semakin mendorong pengembangan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved