Ini Alasan Bupati Jembrana Tolak Tol Ketapang-Gilimanuk, Hingga Petaka Jika Bali & Jawa Disambungkan
Bupati Jembrana I Putu Artha mengaku belum mengetahui sepenuhnya rencana pembangunan tol yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ady Sucipto
Ini Alasan Bupati Jembrana Tolak Tol Ketapang-Gilimanuk, Hingga Petaka Ini Jika Sambungkan Jawa & Bali
Kementrian PUPR Rencana Sambung Tol Trans Jawa Sampai Bali
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan pembangunan Tol Trans Jawa Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) akan tersambung dengan Tol Gilimanuk-Tabanan pada 2021 mendatang.
Namun rencana tersebut dengan tegas ditolak oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Bupati Jembrana I Putu Artha mengaku belum mengetahui sepenuhnya rencana pembangunan tol yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Bali itu.
Tetapi Bupati Artha memastikan akan menolaknya.
• LRT Sepanjang 30 Kilometer Bandara Ngurah Rai-Ubud Segera Dibangun, Tahap Awal di Badung
• Berlatar Selat Bali, Tol Probowangi Tonjolkan Arsitektur Khas Kearifan Lokal
• 40 Ucapan Imlek 2020 Dalam Bahasa Inggris, Mandarin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia
• LRT Bandara ke Kuta Sepanjang 5,4 Kilometer Akan Dirancang di Bawah Tanah, Ini Rencana Rutenya
Menurutnya pembangunan jembatan penyambung antara Ketapang-Gilimanuk tersebut menyangkut konektivitas jalur penyeberangan Banyuwangi-Gilimanuk.
"Kita pasti menolak. Itu juga bagian dari aspirasi masyarakat Bali dan sejumlah tokoh atau elemen masyarakat," kata Artha, Rabu (22/1), usai menggelar jumpa pers dengan awak media di Kelurahan Batuagung, Jembrana.
Apakah ini ada kaitannya dengan kekhawatiran tingkat kejahatan yang meningkat di Bali? Artha menyebut itu menjadi salah satunya.
“Ya, tingkat kriminalitas juga bisa menjadi salah satunya kenapa kita menolak,” tandasnya.
Selain itu, Artha juga mempertanyakan apakah pembangunan tol penghubung itu akan berdampak secara ekonomi atau akan membuat kehidupan masyarakat Jembrana lebih layak.
Menurutnya, hal ini tentu masih perlu kajian.
"Sekarang adanya ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) saja, kita tidak pernah mendapat keuntungan apapun," tegas Artha.
Tol Lingkari Bali
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengungkapkan Tol Trans Jawa bakal terkoneksi dengan Tol Gilimanuk-Tabanan di Bali.