Mengenal Lebih Dekat Drone Elang Hitam Buatan Lokal, Mampu Terbang hingga 30 Jam Nonstop
Wahana yang diyakini mampu terbang tanpa henti hingga 30 jam ini, memiliki pengendalian multiple UAV secara bersamaan (simultan).
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, JAKARTA Pemerintah melalui BPPT terus mendorong kaji terap teknologi dalam segala sektor, termasuk industri pertahanan.
Salah satu bukti nyata adalah pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Drone, tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) atau disebut PUNA MALE.
Wahana yang diyakini mampu terbang tanpa henti hingga 30 jam ini, memiliki pengendalian multiple UAV secara bersamaan (simultan).
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, purwarupa PUNA MALE pertama (PM 1) sudah ditarik keluar hanggar atau roll out, pada akhir tahun 2019 lalu di PT. Dirgantara Indonesia (DI).
"Pesawat Tanpa Awak atau PUNA MALE ini hasil rancang bangun, rekayasa dan produksi anak bangsa. Sudah di-roll out dari hanggar PT. DI Bandung, 30 Desember 2019," jelas Hammam melalui keterangan resminya, Jumat (24/1/2020).
PUNA MALE ini juga dipamerkan pada pameran Industri Pertahanan yang digelar Kementerian Pertahanan RI.
Keberadaan PUNA MALE Elang Hitam ini, tentu dapat dioptimalkan guna pengawasan dalam menjaga kedaulatan NKRI, baik di wilayah darat maupun laut, melalui pantauan udara.
Penjagaan ini diyakini pula sangat efisien dan mampu meminimalisasi risiko kehilangan jiwa, karena dioperasikan tanpa awak.
Lebih lanjut Hammam menekankan bahwa PUNA Elang Hitam, merupakan solusi teknologi dalam menjawab tantangan, terkait pengawasan kedaulatan NKRI.
"Diharapkan PUNA MALE buatan Indonesia ini, dapat mengisi kebutuhan skuadron TNI AU dalam mengawasi wilayah NKRI melalui wahana udara," paparnya.
Elang Hitam Butuh Sertifikasi Kemhan
PUNA MALE Elang Hitam, sesuai rencana pengembangannya, akan dipersenjatai rudal dan mampu terbang hingga 30 jam nonstop dengan ketinggian jelajah hingga 23.000 ft.
Dikatakan Hammam, dua unit purwarupa PUNA MALE akan dibuat lagi tahun ini.
Pengintegrasian sistem senjata pada prototype PUNA MALE itu, juga dilakukan 2020 ini.