Mengenal Lebih Dekat Drone Elang Hitam Buatan Lokal, Mampu Terbang hingga 30 Jam Nonstop
Wahana yang diyakini mampu terbang tanpa henti hingga 30 jam ini, memiliki pengendalian multiple UAV secara bersamaan (simultan).
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Kedua purwarupa PUNA MALE yakni PM 2 dan 3, nantinya akan diuji kekuatan struktur di BPPT, yang juga akan melakukan uji terbang," paparnya.
Perlu diketahui, pemanfaatan PUNA MALE ini membutuhkan rangkaian sertifikasi.
Mulai dari sertifikasi produk militer, yang prosesnya sudah dimulai sejak tahun 2019.
Setelah itu, diperlukan Sertifikat Tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan RI (IMAA), yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021.
Selanjutnya diharapkan PUNA MALE mendapatkan sertifikasi tipe produk militer pada tahun 2023.
Drone Elang Hitam, Asli Buatan Lokal
Kita pun boleh merasa bangga dengan MALE Elang Hitam, karena pengembangannya memang seratus persen dilakukan oleh putra-putri Indonesia.
Hammam menjelaskan bahwa inisiasi pengembangan PUNA MALE ini telah dimulai sejak 2015 silam oleh Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Hal itu ditandai melalui kesepakatan rancangan, kebutuhan dan tujuan (DR&O) PUNA MALE yang akan dioperasikan oleh TNI, khususnya TNI Angkatan Udara (AU).
"Proses perancangan dimulai dengan kegiatan preliminary design, basic design dengan pembuatan dua kali model terowongan angin dan hasil uji nya di tahun 2016 dan tahun 2018," jelas Hammam.
Setelah itu, kata Hammam, dilanjutkan dengan pembuatan engineering document and drawing tahun 2017 melalui anggaran dari Balitbang Kemhan dan BPPT.
Kemudian pada 2017, perjanjian bersama pun dibentuk dengan adanya Konsorsium Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA MALE).
Anggotanya pun terdiri dari Kemhan RI yaitu Ditjen Pothan dan Balitbang, BPPT, TNI AU (Dislitbangau), Institut Teknologi Bandung/ITB (FTMD), BUMN melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) serta PT LEN Industri.
Selanjutnya pada 2019, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pun masuk sebagai anggota konsorsium tersebut.
Muaranya adalah pembangunan industri pertahanan, yang akan berdampak pada peningkatan pergerakan roda perekonomian nasional.