Tenaga Honorer Akan Dihapuskan, Guru SMPN 2 Sata Sang Ayu: 'Kami Hanya Mengabdi'

Kendati demikian, ia mengatakan sudah mengetahui aturan itu dari media, bahwa penghapusan tenaga honorer mengacu pada Pasal 6 UU No 5 Tahun 2014.

Tenaga Honorer Akan Dihapuskan, Guru SMPN 2 Sata Sang Ayu: 'Kami Hanya Mengabdi'
dokumentasi sekolah
Sang Ayu Tis Ramayani seusai mengajar di kelas. 

Tenaga Honorer Akan Dihapuskan, Guru SMPN 2 Sata Sang Ayu: 'Kami Hanya Mengabdi'

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Aturan baru mengenai penghapusan tenaga honorer telah didengar sejumlah kalangan guru honorer di Bangli.

Tak dipungkiri aturan tersebut membuat mereka merasa was-was jika harus dikeluarkan.

Terlebih bagi guru honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

Satu di antaranya diungkapkan Sang Ayu Tis Ramayani, Kamis (23/1/2020).

Guru SMPN 2 Satap Kintamani itu mengaku belum mengetahui secara detail tentang aturan tersebut.

Seluruh Pegawai Honorer Akan Diberhentikan, Begini Kondisi Terkini di Denpasar, Tambah Penganguran?

Langkah Sultan Selaco Tasikmalaya Berambisi Jadi Presiden RI, Singgung Mahfud MD Menterinya Jokowi

RESMI! Jadwal Live Streaming MotoGP 2020 dan Siaran Langsung di Trans7

Cerita Bupati Pelawan Gendong Jasad Anaknya Pulang karena Tak Mampu Sewa Ambulans

Kendati demikian, ia mengatakan sudah mengetahui aturan itu dari media, bahwa penghapusan tenaga honorer mengacu pada Pasal 6 UU No 5 Tahun 2014.

Dimana pada undang-undang tersebut hanya ada dua jenis status kepegawaian secara nasional, yakni PNS dan PPPK.

Sang Ayu menceritakan, ia sudah mengabdi di SMPN Satap 2 Kintamani sejak Februari 2008 silam.

Meski demikian, baru tahun 2015 guru Bahasa Indonesia itu diangkat sebagai honorer.

Dedikasinya untuk mengabdi tidak terlepas dari arahan ayahnya yang juga seorang guru, agar mengabdikan diri di daerah sendiri.

“Pada saat saya mulai mengajar ada sekitar tujuh sampai delapan guru pengabdi, dan kepala sekolah yang ditugaskan di sekolah kami adalah Kepala SDN Gunungbau. Jadi kepala sekolahnya merangkap karena Satu Atap. Tahun 2009 baru dapat kepala sekolah definitive untuk sekolah kami yang saat itu bernama SMPN 9 Kintamani,” ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved