Gaya Hidup Minimalis Ini Cocok Bagi Anda yang Gaji Pas-pasan, Kini Jadi Tren di Berbagai Negara

Meskipun bukan konsep baru, gaya hidup minimalis telah menjadi tren di Amerika Serikat.

Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Huda Miftachul Huda
Ilustras/pexels.com/Kat Jayne
Ilustrasi bahagia secukupnya dengan hidup minimalis. 

TRIBUN-BALI.COM - Bulan pertama di tahun 2020, apakah pendapatan Anda ada peningkatan?

Jika Anda seorang pekerja di sebuah perusahaan, tanggal gajian bulan pertama di tahun yang baru akan selalu dinanti-nanti.

Ya, Anda sudah tidak sabar mengetahui kenaikan gaji yang akan Anda terima tahun ini; kemudian melebarkan senyum dan segera mengabarkan kepada orang terkasih.

Jika pendapatan Anda belum cukup, setidaknya Anda sudah bekerja keras dan berjuang sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.

Ini 5 Gaya Hidup yang Memiliki Manfaat untuk Lingkungan dan Kesehatan

Tak Pernah Olahraga Hingga Hobi Tidur Larut Malam, 6 Gaya Hidup Ini Dapat Memicu Depresi

Terlalu Sering Multitasking, Hindari 6 Gaya Hidup Ini untuk Meminimalisasi Depresi

Tetapi, bagaimanapun juga, toh setinggi apapun pangkat Anda, selama masih mengandalkan gaji dari tempat Anda bekerja, Anda tetaplah seorang buruh.

Dengan begitu, sepatutnya Anda berpikir untuk hidup secukupnya agar tidak seperti pepatah lama: besar pasak daripada tiang.

Artinya, Anda mengeluarkan uang lebih banyak daripada penghasilan Anda.

Gaya Hidup Minimalis
Di tengah dunia yang bergerak demikian kencang, Anda akan diserang godaan konsumsi, konsumsi, konsumsi dari segala penjuru. Demikianlah kapitalisme bekerja.

Berbagai macam produk baru mulai merayu.

Teknologi terus berkembang. Produk handphone, motor, mobil, dan sebagainya terus menerus diperbaharui.

Anda tidak mungkin bisa memiliki barang-barang yang kian hari semakin canggih dan mahal jika pendapatan Anda hanya cukup untuk biaya makan.

Salah-satu solusinya adalah gaya hidup minimalis.

Gaya hidup minimalis adalah hidup dengan hanya hal-hal yang Anda butuhkan.

Minimalis bebas dari keinginan untuk membeli dan menumpuk lebih banyak.

Sebaliknya, mereka menemukan kebahagiaan dalam hubungan dan pengalaman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved