Waspada, 30 Aplikasi Android Ini Secara Diam-diam Mengumpulkan Data Pengguna, Apa Kamu Memakainya ?
Waspada, 30 Aplikasi Android Ini Secara Diam-diam Mengumpulkan Data Penggunanya, BeautyCam Hingga BeautyPlus
TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, apa kamu suka menguduh dan menginstal aplikasi gratis di Google Play Store?
Banyak pengguna Android yang menguduh dan menginstal aplikasi dari Google Play Store.
Hal itu dilakukan untuk menambah kegunaan dari Android yang mereka punya.
Aplikasi yang di install pun bermacam-macam, ada yang berupa aplikasi untuk menunjang media sosial maupun aplikasi untuk menunjang kamera.
• Hati-Hati Orang Dekat Akan Berkhianat, Ini Arti Mimpi Digigit Anjing
• 7 Cara Menurunkan Berat Badan Hingga 45 kg Dengan Aman
• Kemunculan Raja-raja Kontroversial, Mungkinkah Gejala Halu Atau Gangguan Kepribadian Narsistik?
Meski Google Play Store merupakan platform resmi penyedia aplikasi untuk pengguna Android, nyatanya tak menutup kemungkinan masih ada sejumlah aplikasi yang dapat merugikan penggunanya.
Menurut laporan terbaru dari CyberNews, ada sederet aplikasi populer di Google Play Store yang ternyata dapat mencuri data-data milik pengguna.
Sebagian besar adalah aplikasi kamera yang kerap digunakan untuk mempercantik hasil jepretan.
Bahkan tak sedikit aplikasi yang meminta lebih dari 7 izin akses perangkat milik pengguna.
Aplikasi tersebut meminta sejumlah izin untuk mengakses mikrofon guna merekam suara, melacak lokasi pengguna, akses untuk membaca status ponsel, dll.
Dihimpun dari 91Mobiles, Jumat (24/1/2020), Cybernews mencatat, setidaknya ada 30 aplikasi yang secara diam-diam mengumpulkan data pengguna, menampilkan iklan berbahaya dan mengarahkan pengguna ke halaman phishing.
Tak hanya itu, beberapa aplikasi dalam daftar tersebut juga dapat mengaktifkan kamera smartphone tanpa sepengetahuan pengguna.
Aplikasi itu juga dapat mengirimkan tautan berisi konten asusila tanpa izin.
Dalam laporannya, Cybernews menjelaskan bahwa 30 aplikasi itu telah diunduh oleh 1,4 miliar pengguna Android di seluruh dunia.
Bahkan salah satu aplikasi yang sangat populer yaitu Meitu diketahui tetap mempertahankan aplikasinya lantaran memiliki lebih dari 300 juta unduhan.
Menurut CyberNews, sebagian besar aplikasi ini berasal dari pengembang yang berbasis di China dan Hong Kong.