Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perempuan Harus Berinvestasi, Ini Alasannya

Perempuan Harus Berinvestasi, Ini Alasannya, Perempuan Adalah Investor yang Baik.

Gambar oleh luxstorm dari Pixabay
Foto ilustrasi perempuan melihat celengan 

TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, apa kamu sudah melakukan investasi ?

Untuk mencapai kesejahteraan dalam finansial atau keuangan, kita perlu melakukan investasi.

Jika kita hanya menabung di bank, itu hanya akan memberikan bunga yang kecil.

Investasi tidak hanya dilakukan oleh pria, namun perempuan juga harus berinvestasi

Tampil Anggun & Elegan, Outfit Istri Raffi Ahmad Saat Berlibur di Austria Mencapai Setengah Miliar

Tiba di Bali, Crew Lion Air Dari Wuhan Dicek Kesehatannya Dan Pesawat Disemprot Cairan Disinfektan

Mahasiswa asal Karangasem Tewas Mengenaskan di Klungkung Setelah Motornya Tabrak Pohon Perindang

Menurut Helena Morrissey, pendiri 30% Club dan penulis A Good Time to be a Girl, perempuan harus melangkah lebih jauh dari sekedar menabung.

Morrissey yang juga kepala investasi di Legal & General Investment Management mengatakan, berinvestasi dapat menempatkan perempuan pada posisi yang lebih kuat secara finansial.

"Tidak ada periode dalam sejarah di mana orang tidak lebih baik dengan berinvestasi, sehingga uang Anda akan tumbuh. Meski tidak ada jaminan untuk masa depan, sebab berinvestasi bisa menguntungkan dan merugikan," jelas Morrissey seperti dikutip dari Good Housekeeping UK, beberapa waktu lalu.

"Jika Anda berpikir (menabung) uang tunai lebih baik karena risikonya rendah, pikir ulang karena ada inflasi, sehingga Anda akan memperoleh keuntungan yang lebih sedikit," ujar Morrissey.

Kecuali jika Anda memperoleh bunga yang lebih tinggi dari inflasi, Anda bisa kehilangan uang dengan menyimpan uang Anda di dalam tabungan.

Jadi, dalam hal menabung untuk jangka panjang, berinvestasi bisa membuat uang bekerja lebih keras untuk Anda.

Mengapa perempuan harus berinvestasi?

Menurut Morrissey, kaum perempuan sebetulnya adalah investor yang baik.

Namun, kerap kali perempuan cenderung cemas dan tak jarang meyakini bahwa berinvestasi terlalu berisiko.

"Berinvestasi tidak mirip dengan berjudi dan tidak serumit itu ketika Anda sudah memulai. Faktanya, ketika perempuan sudah mulai (berinvestasi), mereka akan berinvestasi dengan baik," jelas Morrissey.

"Butuh waktu untuk membangun kekayaan, namun pikirkan ini layaknya berolahraga, Anda tidak bisa menjadi pelari maraton yang baik hanya dalam waktu semalam," imbuhnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved