Dewan Soroti Penipuan Putri Raja Arab, Minta Polisi Sigap dan Profesional Mengusut Kasus Itu

enipuan pembelian tanah dan pembangunan vila yang merugikan Putri Raja Arab, mendapat tanggapan dari wakil rakyat di DPRD Bali

Dewan Soroti Penipuan Putri Raja Arab, Minta Polisi Sigap dan Profesional Mengusut Kasus Itu
tangkap layar tribun bogor
ilustrasi investasi bodong - Dewan Soroti Penipuan Putri Raja Arab, Minta Polisi Sigap dan Profesional Mengusut Kasus Itu 

Dewan Soroti Penipuan Putri Raja Arab, Minta Polisi Sigap dan Profesional Mengusut Kasus Itu

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penipuan pembelian tanah dan pembangunan vila di Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, yang merugikan Putri Raja Arab Saudi, Princess Lolowah binti  Mohammed bin Abdullah Al-Saud, mendapat tanggapan dari wakil rakyat di DPRD Bali.

Atas kasus ini, anggota Komisi II DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardana meminta kepolisian bertindak sigap menunjukkan profesionalitas tinggi dalam mengusut kasus kriminal atau penipuan yang melibatkan pihak asing, apalagi kalau benar korbannya merupakan seorang tokoh penting di suatu negara.

Gung Adhi menambahkan, jumlah Rp 500 miliar lebih adalah nilai yang sangat besar, dan semestinya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah memiliki profil seseorang yang menerima transfer dana sebesar itu.

Villa Putri Raja Arab di Gianyar Seperti Rumah Hantu, Kelian Dinas: Banyak yang Diperiksa Polisi

Putri Arab Saudi Ditipu Investasi Vila di Bali, 2 Orang Ini Jadi Tersangka

“Apabila terbukti dua orang warga Bali tersebut menipu, tentu akan menjadi pemberitaan negatif bagi dunia properti di Bali,” kata Gung Adhi saat dihubungi melalui sambungan seluler, Rabu (29/1/2020).

Disisi lain, kata dia, kasus ini secara umum pasti bisa diselesaikan, mengingat instrumen hukum sejatinya sudah sangat cukup untuk melindungi investor maupun pengembang/kontraktor/operator apabila menggunakan skema formal.

Saat ditanyakan apakah Warga Negara Asing dapat memiliki properti di Indonesia, ia menegaskan bisa, sesuai dengan PP nomor 103 tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal Atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Bupati Gianyar Sayangkan Penipuan Terhadap Putri Kerajaan Arab, Takut Coreng Citra Investasi Gianyar

2 Vila Putri Raja Masih Proses Pembangunan, 2 Warga Sala Dimintai Keterangan Polisi

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bali Kadek Diana mengatakan pelaku penipuan harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Ya, harus ditindak sesuai proses hukum yang berlaku karena hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi iklim investasi di negara kita, khususnya di Bali,” kata Diana.

Bahkan, menurut dia, tindakan penipuan di bidang properti ini tidak sesuai dengan amanah intruksi presiden berkaitan dengan investasi.

“Bahwa kita sebagai warga negara Indonesia tidak boleh menghambat upaya investasi di negara kita. Kita harus menciptakan iklim investasi yang sehat, nyaman dan berkualitas,” kata Politisi asal Gianyar ini.

(*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved