Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

2 Vila Putri Raja Masih Proses Pembangunan, 2 Warga Sala Dimintai Keterangan Polisi

Dua Warga Sala Dimintai Keterangan Polisi, Terkait Kasus Penipuan Terhadap Putri Saudi, Dua Vila Putri Raja Masih Proses Pembangunan

Tayang:
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
TERBENGKALAI - Bangunan yang diduga Vila Kama terbengkalai. Semak belukar tumbuh di sela-sela bangunan yang belum rampung, Selasa (28/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Putri Kerajaan Arab Saudi, Princess Lolwah binti Mohammad bin Abdulah ditipu oleh seorang WNI berinisial EMC dan EAH.

Penipuan tersebut terkait pembelian tanah dan pembangunan vila di Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali.

Sang Putri melalui pengacaranya telah melaporkan tindakan tersebut ke Bareskrim Polri.

Direktrut Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, kerugian yang dialami Princess Lolwah sekitar Rp 512 miliar.

PLN Terus Mendorong Pemanfaatan Kendaraan Listrik dan Energi Bersih

Dugaan Korupsi APBDes Dauh Puri Klod, Ariyaningsih Didakwa Pasal Berlapis

Pengamat: Pencopotan Ronny Sompie dari Dirjen Imigrasi, Aksi Yasonna Mengorbankan Anak Buahnya

Menurut Sambo, uang tersebut untuk membeli tanah dan pembangunan vila.

Namun bangunan yang dijanjikan pelaku tak kunjung rampung hingga tahun 2018.

Vila tersebut bernama Vila Kama dan Ambrita Tedja.

Berdasarkan penelusuran Tribun Bali, Selasa (28/1/2020) di Banjar Sala, di kawasan banjar ini memang terdapat vila milik keluarga Raja Saudi.

Satu vila ini berada di samping Pura Dalem dan di atas sungai petanu.

Namun Tribun-Bali.com hanya menemukan satu vila, yang oleh satpam setempat disebut Vila Amrita.

Vila tersebut masih dalam bentuk proyek.

Sejumlah pekerja pun tampak melakukan pekerjaannya di sana.

“Iya, ini Vila Amrita,” ujar seorang satpam.

Tak jauh dari vila tersebut, terdapat kawasan seperti rumah hantu, tepatnya di sempadan sungai petanu.

Pada kawasan tersebut terdapat pondasi bangunan menyerupai akomodasi pariwisata, namun tidak terurus.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved