Kepala BNN Ungkap Bali Jadi Lokasi Peredaran 2 Narkotika Berbahaya Ini, Begini Respon Koster

Peredaran narkotika di Bali kian mengkhawatirkan hingga mendapat perhatian serius dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Tribun Bali/M Firdian Sani
Sambutan dari Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko dalam acara pencanangaan layanan rehabilitas berbasis masyarakat dan agen pemulihan dalam rangka mewujudkan desa bersinar di Banjar Dukuh Tangkas Jalan Raya Pemogan, Denpasar, Bali, (15/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peredaran narkotika di Bali kian mengkhawatirkan hingga mendapat perhatian serius dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pasalnya, Bali yang menjadi magnet pariwisata dunia menjadi tujuan transaksi dan peredaran narkoba jaringan internasional yang melibatkan warga negara asing (WNA).

Fakta tersebut diungkap oleh Kepala BNN Heru Winarko yang mengungkap, segala jenis narkoba bisa ditemui di Bali

Ia mencontohkan, heroin dan kokain hampir tidak ada di daerah lain di Indonesia.

Namun, kedua jenis narkoba tersebut bisa didapatkan di Bali.

"Hanya di Bali, di sini ada heroin dan kokain dan lain-lain. Di tempat lain, heroin dan kokain sudah hampir tidak ada," kata Heru Winarko di sela Rapat Pimpinan Nasional BNN 2020 di Denpasar, Selasa (28/1/2020).

Untuk mengantisipasi hal itu, BNN telah memasang alat khusus di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Alat tersebut akan mendeteksi jika ada yang membawa narkoba.

Pemasangan alat ini untuk memberi rasa nyaman bagi warga maupun turis asing di Bali.

"Saya sudah lapor ke Bapak Gubernur (Wayan Koster), kita pasang alat di Bandara dan langsung koneksi dengan command center kita di Jakarta," kata Heru.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved