36 Babi Mati Misterius di Gianyar, Distanak Gianyar Gencarkan Sosialisasi
36 Babi Mati Misterius di Gianyar, Distanak Gianyar Gencarkan Sosialisasi, Belum Memastikan Kasus Kematian Ini
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Meski demikian, pihaknya tetap memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini.
Upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya gencar melakukan sosialisasi, terutama di banjar yang paling banyak babi mati secara misterius.
Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya menekankan supaya pihak peternak menjaga kesehatan kandang.
“Selain menjaga kebersihan kandang, saat babi akan dijual, kendaraan angkut babi ini harus bersih. Selain itu, sekarang peternak terbalik, mandi dan ganti pakaian sebelum ke kandang. Sebelumnya, usai ke kandang baru mandi dan ganti pakaian,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, setiap babi yang mati harus dikubur, jangan dibuang di saluran air atau jurang, dan tidak boleh menjual babi yang sudah mati.
Hal tersebut selain melanggar Undang-undang (UU) Kesehatan, juga akn memperluas penyebaran wabah misterius tersebut.
“Virus ini tidak menyebar pada manusia, tapi harus tetap membeli daging babi sehat,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-sentra-ternak-babi-yang-berada-di-wilayah-kecamatan-abiansemal.jpg)