Breaking News:

Fakta Baru Penipuan Putri Arab Saudi, Pelaku Ternyata Mantan Karyawannya Sendiri

Kasubdit II Direktorat Tipidum Bareskrim Kombes Endar Priantoro menuturkan, EAH bekerja di perusahaan milik Putri Lolowah di Malaysia.

TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Ada dua bangunan villa di kawasan Gianyar, Bali yang diduga milik Putri Kerajaan Arab Saudi, Princess Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud. Satu proyek villa yakni bernama Villa Amrita dan lainnya adalah Villa Kama. Untuk Villa Amrita saat ini sedang proses pembangunan secara martaton. Sementara Villa Kama tampa seperti rumah hantu. Tak terawat, dipenuhi rumput liar. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polisi mengungkap fakta baru kasus penipuan Putri Arab Saudi di Bali.

EAH, penipu yang merugikan Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud Rp 512 miliar ternyata merupakan mantan karyawan Putri Arab Saudi itu.

Kasubdit II Direktorat Tipidum Bareskrim Kombes Endar Priantoro menuturkan, EAH bekerja di perusahaan milik Putri Lolowah di Malaysia.

"(Putri) Arab itu dulu punya usaha investasi di Kuala Lumpur, Malaysia, kebetulan tersangka ini salah satu karyawannya di situ," kata Endar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Setelah itu, para tersangka baru menawarkan korban untuk berinvestasi di Bali, Indonesia. Kendati demikian, Endar mengaku tidak mengetahui seberapa dekat tersangka dengan Putri Lolowah.

24 Orang Termasuk BPN Diperiksa Terkait Kasus Penipuan Putri Raja Arab di Bali

5 Zodiak yang Mampu Menawan dengan Kata-katanya, Sagitarius Miliki Selera Humor yang Bagus

Janda Dibacok Mantan Suami hingga Tewas, Luka Bacok di Dada, Perut, dan Punggung

Polisi pun menduga bahwa Putri Lolowah merasa tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Namun, hal itu pun masih didalami penyidik.

Setelah Putri Lolowah berinvestasi di Indonesia, EAH mengajak ibunya yang berinisial EMC dalam aksinya tersebut.

Para tersangka diketahui berhubungan melalui e-mail. "Kita ada barang bukti transkip pembicaraan, bisa ada e-mail kita dapatkan, terkait kenapa harus kirim sekian, progress pekerjaan," ujarnya.

EAH telah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020). Sementara itu, polisi masih memburu sang ibu, EMC.
Polisi menduga EMC masih berada di Indonesia. Akibat kasus tersebut, Putri Lolowah menderita kerugian sekitar Rp 512 miliar.

Awalnya, Putri Lolowah mengirim uang Rp 505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018.

Uang tersebut ditujukan untuk membeli tanah dan membangun Villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Namun, pembangunan tersebut tidak kunjung selesai hingga 2018. Didapati pula bahwa berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan vila tidak seperti yang dijanjikan.

Tak hanya itu, para tersangka juga menawarkan lahan seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.

Namun, setelah Princess Lolowah mengirim uang sebanyak 500.000 dollar AS atau sekitar Rp 6,8 miliar, lahan tersebut ternyata tidak dijual oleh pemiliknya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polri: Yang Menipu Putri Arab Saudi Mantan Karyawannya Sendiri

Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved