Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Para Pejabat di PBB Tidak Lagi Diperkenankan Menggunakan WhatsApp, Ini Alasannya

Para pejabat di Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB) tidak lagi diperkenankan menggunakan aplikasi pesan instan WhatsApp sebagai media komunikasi.

Gambar oleh HeikoAL dari Pixabay
Foto ilustrasi aplikasi WhatsApp di hanphone seseorang 

TRIBUN-BALI.COM - WhatsApp merupakan aplikasi yang cukup sering digunakan oleh orang-orang yang bekerja.

Selain itu, WhatsApp juga terkadang digunakan oleh anak-anak sekolah maupun kuliah.

WhatsApp tidak hanya dapat mengirim pesan teks pada seseorang, namun juga dapat mengirim foto maupun video.

Namun bebeberapa orang bahkan organisasi menganjurkan atau menyarankan untuk tidak menggunakan aplikasi tersebut.

Warga Desa Dukuh Karangasem Masih Kesulitan Air Bersih, Dilanda Kekeringan Sejak Tahun 2019 Lalu

WhatsApp Tidak Bisa Lagi Dipakai di Ponsel Ini Mulai 1 Februari 2020, Ayo Perbarui

7 Tips Agar Awet Muda dan Berumur Panjang, Optimistis Hingga Peduli Sesama

Para pejabat di Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB) tidak lagi diperkenankan menggunakan aplikasi pesan instan WhatsApp sebagai media komunikasi.

Juru bicara PBB mengatakan bahwa aplikasi ini tidak didukung dengan sistem yang aman. 

Anggapan tersebut berkaitan dengan kasus pembajakan ponsel melalui WhatsApp milik CEO Amazon, Jeff Bezos.

Kasus pembajakan ini diduga dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman beberapa waktu lalu.

"Pejabat PBB diminta untuk tidak menggunakan WhatsApp karena aplikasi itu tidak didukung dengan mekanisme yang aman," kata seorang Juru Bicara PBB, Farhan Haq.

Menurut Farhan, arahan bagi para pejabat PBB untuk tidak menggunakan aplikasi WhatsApp sebenarnya sudah dilakukan sejak Juni 2019 lalu.

Menanggapi langkah yang diambil oleh PBB, WhatsApp pun mengklaim bahwa pihaknya telah menyediakan sistem keamanan terbaik untuk penggunanya.

Sebagai informasi, WhatsApp saat ini digunakan oleh lebih dari 1,5 miliar pengguna aktif.

Direktur Komunikasi WhatsApp, Carl Woog mengatakan, sistem enkripsi end to end yang sudah diimplementasikan pada WhatsApp membuat percakapan pribadi penggunanya terlindungi.

"Teknologi enkripsi yang kami kembangkan dengan Signal, juga sudah mendapat pengakuan dari pakar keamanan siber. Bahkan mendapat posisi terbaik yang tersedia untuk orang-orang di seluruh dunia," ungkapnya.

Peneliti dari firma keamanan Checkpoint, Oded Vanunu membenarkan hal tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved