Breaking News:

Pegadaian Optimistis 2020 Target Tercapai Bahkan Terlampaui

Target OSL Bali-Nusra Rp 4,486 triliun, dan sampai sekarang sudah Rp 4,66 triliun

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Aloisius H Manggol
Pegadaian Optimistis 2020 Target Tercapai Bahkan Terlampaui
net/ilustrasi
pegadaian 0510

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR– Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto, yakin target pegadaian pada 2020 akan tercapai. Pasalnya target pada 2019 mampu terlampaui baik di Indonesia maupun Bali.

“Tahun 2019 pegadaian bisa melampaui target, dan tentunya 2020 kami akan berupaya melewati target 2019 ini. Harapannya 2020 ini, pegadaian bisa mencapai penjualan sebesar Rp 55 triliun di seluruh Indonesia,” sebutnya beberapa waktu lalu di Denpasar.

Senada dengan Kuswiyoto, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah, optimistis target akan terlampaui.

“Target OSL kami di Bali-Nusra Rp 4,486 triliun, dan sampai sekarang sudah Rp 4,66 triliun. Tapi Pulau Bali luar biasa, tahun sebelumnya pertumbuhan 3,6 persen. Tahun ini pertumbuhan Bali di atas 15 persen. Ini berkat kerja keras yang masif dan dukungan masyarakat," katanya.

Dengan pencapaian ini, Kuswiyoto pun yakin Bali bisa tumbuh hingga 20 persen untuk outstanding loannya. Apalagi Bali, kata dirut ini, memberikan kontribusi nomor 3 dari 12 wilayah di seluruh Indonesia.

“Harus optimistis target 2020 bisa tercapai, sebab pegadaian kan ga ada matinya,” ucapnya lalu tertawa. Sebab jika nasabah punya banyak uang, ia bisa menabung di pegadaian. Kemudian saat nasabah membutuhkan uang, pegadaian juga bisa melayani pembiayaan atau pinjaman.

“Jadi kami terus ada inovasi baru, sehingga bisa menagtasi semua masalah,” tegasnya.

Ia mengatakan pertumbuhan pun bisa dua digit, dan bahkan di atasnya. Jika sebelumnya antara 11-12 persen, kini bisa hingga 20 persen. Lanjutnya, saat ini gadai masih tetap diminati nasabah pegadaian.

“Tetapi pertumbuhan non gadai lebih tinggi, kalau gadai hanya 12 persen kalau non gadai lebih dari 30 persen,” sebutnya.

Sebab banyak produk yang unik dan bagus, sehingga masyarakat tertarik. Seperti diantaranya pembiayaan haji, pembiayaan motor, tabungan emas, gadai saham, dan lain sebagainya.

Optimisme juga datang, karena pegadaian terus melakukan kolaborasi bisnis, untuk memperluas pasar dan sharing ekonomi. “Kami sudah menjalin kerjasama, dengan lebih dari 400 mitra untuk tahun 2019, baik BUMN, perguruan tinggi, swasta, BUMD dan lain sebagainya di Indonesia,” katanya. Baru-baru ini pegadaian juga menggandeng 34 mitra, baik dari sektor pemerintahan, pendidikan, BUMN, swasta, pariwisata, dan organisasi di Bali. “Jadi kerjasama ini adalah sinergi dan harmoni, karena pegadaian ingin meningkatkan nilai tambah dari ini,” katanya.

Tentunya semakin banyak mitra, akan saling meningkatkan masing-masing. Sehingga kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Sinergi dengan mitra ini, dalam mengejar dan meningkatkan nilai tambah, layanan promosi, dan lain sebagainya. Sehingga kian meningkatkan kinerja dan memperkuat serta sekaligus memperkenalakan pegadaian lebih luas. Satu diantara sinergi dengan sekolah, kata dia, dalam hal SDM baik magang, tenaga pengajar atau yang lainnya. “Bisa juga mahasiswa menjadi nasabah pegadaian, jadi anak muda diperkenalkan bagaimana cara mendapatkan kredit di pegadaian. Kemudian karyawan kampus atau sekolah bisa diperkenalkan bisnis pegadaian,” imbuhnya.

Satu diantara mitra yang digandeng pegadaian adalah STIKOM Bali. Rektor STIKOM Bali, Dadang Hermawan, mengatakan kerjasama ini bukan hal baru. Sebab sejak STIKOM Bali berdiri, kata dia, kolaborasi antara dunia usaha, industri, bisnis dengan akademisi mutlak harus dilakukan. “Dan ini saya lihat cukup besar, sehingga harapannya menjadi momentum untuk memulai kolaborasi antara dunia bisnis dengan dunia pendidikan. Agar tidak terjadi gap antara yang dibutuhkan dunia usaha atau industri dengan yang dihasilkan oleh suatu institusi pendidikan,” katanya. Kepala Pusat Kerjasama STIKOM Bali, I Made Sarjana, menambahkan MoU antara pegadaian dengan STIKOM Bali adalah kerjasama dalam bentuk motivasi. “Jadi setiap tahun kami undang pegadaian untuk memotivasi mahasiswa STIKOM Bali menjadi calon investor dan pengusaha millenial,” katanya. Sehingga mindset dan semangat kewirausahaan kian berkembang ke depannya di Bali.  Bahkan ternyata, kata dia, mahasiswa STIKOM sangat tertarik dengan investasi emas yang saat ini sedang viral. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved