Lama Dibiarkan Kosong, 14 Pedagang Pasar Loka Crana Bangli Siap Tempati Kios

Lama Dibiarkan Kosong, 14 Pedagang Pasar Loka Crana di Bangli Siap Tempati Kios

Istimewa
Disperindag Bangli saat melakukan pertemuan dengan para pedagang pasar loka crana. Kamis (30/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Lama dibiarkan kosong, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli akhirnya memanggil para pedagang pemegang kunci kios.

Dari total 35 pedagang di pasar Loka Crana, Bangli, Bali yang dipanggil, hanya 14 orang pedagang yang memenuhi undangan tersebut.

Kepala Disperindag Bangli, I Wayan Gunawan, Kamis (30/1/2020) mengatakan tujuan pemanggilan tidak lain untuk memastikan, apakah para pedagang masih punya niat berjualan atau tidak.

Sedangkan dari pertemuan yang dilakukan, Gunawan menyebut 14 pedagang yang hadir seluruhnya berkomitmen akan segera membuka kiosnya.

Kematian Babi Mendadak di Bali Kini Merambat ke Gianyar, 36 Ekor Mati Secara Misterius di Sukawati

Ekspresi Wajah Hingga Makanan yang Dimakan, Ini 7 Kebiasaan Wanita yang Bisa Menarik Perhatian Pria

Ramalan Zodiak Cinta 31 Januari 2020, Cancer Buka Matamu, Scorpio Disarankan Fleksibel

"Pada pertemuan itu mereka juga mengungkapkan apa alasan tidak membuka kios. Mereka mengaku bahwa kondisi pasar masih sepi, sehingga menurut para pedagang akan percuma. Sebab jika kios dibuka, mereka menganggap tidak dapat untung melainkan hanya lelah menunggu kios," ujarnya.

Dengan adanya komitmen itu, 14 pedagang yang hadir telah mendapat surat hak penempatan kios.

Pada surat tersebut juga dicantumkan sejumlah kewajiban dan larangan yang harus dipenuhi para pedagang.

Beberapa kewajiban diantaranya ikut serta membayar retribusi, serta menjaga kebersihan dan ketertiban pasar.

Sedangkan larangan diantaranya menyewakan, meminjamkan, maupun menjual.

Baik itu toko, kios, maupun los pasar.

Sedangkan terhadap 21 pedagang yang tidak hadir, Gunawan mengaku akan kembali bersurat.

Ia menambahkan akan terus melakukan pendekatan agar para pedagang segera menempati kios yang telah menjadi haknya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved