Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tiga WNI Batal Pulang ke Indonesia, Diduga Terinfeksi Virus Corona

Sementara tiga orang lainnya tidak berhasil melalui uji pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemerintah China

Tayang:
dailymail.co.u
KERAHKAN ROBOT - video robot antar makanan. Ada 16 robot diprogram untuk melayani pengunjung di sebuah hotel wilayah Hangzhou, China Timur. Robot-robot tersebut mengantarkan makanan kepada orang yang berada di hotel. Pengunjung dikarantina dalam hotel sebagai upaya menghentikan penyebaran virus Corona. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan 238 warga negara Indonesia ( WNI) dievakuasi dari Provinsi Hubei, China, ke Tanah Air.

Jumlah itu berkurang tujuh orang dari rencana awal yang akan mengevakuasi 245 orang.

"Jadi 238 yang datang, menurut data," kata Menkes seperti ditulis Antara, Minggu (2/2/2020).

Menkes mengaku akan memeriksa kembali kepastian jumlah tersebut.

Mendarat dari Wuhan China, Crew Batik Air Jalani Karantina, Dikelilingi Petugas Berpakaian Khusus

Dari tujuh orang yang tak kembali ke Tanah Air, Menkes menyebut, empat di antaranya menyatakan tidak bersedia dievakuasi atas kehendak sendiri.

"Empat orang menyatakan untuk tidak mau berangkat karena lebih nyaman di sana. Meski kita sudah tawarkan semua," tambahnya.

Mereka, kata Menkes telah membuat surat pernyataan yang menyebutkan alasan mereka tidak bersedia dievakuasi.

Tak Kebagian Warisan Lina Jubaedah, Teddy Bersyukur Ditinggalkan Perlengkapan bagi Bayi Bintang

Sementara tiga orang lainnya tidak berhasil melalui uji pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemerintah China.

"Yang tiga tidak lolos screening, screening yang dilakukan pemerintah China yang meliputi bertahap, tiga tahap mereka harus jalani," ujarnya.

Pemeriksaan yang dilakukan pemerintah China, lanjut Terawan memberi sedikit kelegaan karena memberi kepastian bahwa WNI yang berhasil dievakuasi adalah mereka yang dalam keadaan sehat.

"Itu membuat kita merasa nyaman bahwa yang berangkat ke kita ini sudah dipastikan oleh pemerintah China bahwa itu (mereka) adalah orang-orang yang sehat," tegasnya.

Namun demikian, pemerintah Indonesia tetap harus memastikan kembali kesehatan mereka yang berhasil mendarat di Indonesia melalui pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan WHO.

"Peraturannya (ketika) mendarat di sini (Indonesia) saya yang harus memastikan ganti. Saya harus pastikan ganti, sehat betul opo tidak, standarnnya sama atau tidak," ujarnya.

"Itu adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan namanya cek dan ricek sesuai dengan standard WHO yang ada," katanya.

Sampaikan 6 Tuntutan, Warga Natuna Minta Menkes Berkantor di Ranai

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved