Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Generasi Alpha Sangat Dekat dengan Teknologi, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Anak- anak yang baru lahir sampai yang duduk hingga kelas 4 sekolah dasar saat ini, termasuk generasi alpha.

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Anak- anak yang baru lahir sampai yang duduk hingga kelas 4 sekolah dasar saat ini, termasuk generasi alpha.

Generasi ini lahir pada 2010-2025.

Secara garis besar, anak-anak yang masuk kategori ini, lahir di abad 21.

Anak-anak dari generasi alpha akan memiliki karakteristik yang khas, termasuk pada cara mereka belajar dan berinteraksi.

Maka, orangtua dan pendidik juga perlu memahami kecenderungan sikap dan perilaku mereka seturut jamannya.

Anak zaman sekarang telah menghadapi dunia lewat perspektif yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Perspektif ini juga menantang bagi para orangtua.

Misalnya, perdebatan tentang efek bermain gadget, atau malah manfaatnya untuk belajar dan mengenal dunia?

Generasi alpha lahir di era teknologi, apa efeknya?

Hari ini, anak-anak balita sudah belajar mengoperasikan gawai layar sentuh sejak umur dua tahun.

Ada kasus orangtua yang panik akan respons gawai kecerdasan artifisial saat anak balitanya berbicara untuk memberikan instruksi pada si gawai.

Teknologi ini memang akan menjadi bagian dari pertumbuhan anak-anak generasi alpha.

Berikut ini adalah dua dampak penggunaan teknologi oleh generasi alpha.

Anak belajar melalui IOT, internet of toys: Tren teknologi dengan gawai kecerdasan artifisial dengan pengenalan citra dan suara, saat ini sudah menyasar anak-anak generasi alpha.

Hasil penelitian terhadap anak-anak yang menggunakan gawai ini menunjukkan bahwa interaksi ini bisa berpengaruh untuk mengubah persepsi anak tentang kecerdasan saat bersekolah nanti.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved