Nasib Tak Menentu Karyawan Royal Pool Vila Bali, Hingga Kini Haknya Belum Dibayar
Nasib Tak Menentu Karyawan Royal Pool Vila Bali, Hingga Kini Haknya Belum Dibayar
Penulis: Uploader | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM- Nasib karyawan Royal Pool Vila Bali terkatung-katung hingga kini.
Hak para karyawan terkait gaji dan insentif tidak dibayar oleh PT OBPV sejak tahun 2013.
PT OBPV merupakan perusahan yang memwadahi Royal Pool Vila Bali.
PT OBPV sendiri memiliki tunggakan pajak dua vila dimana, salah satunya Royal Pool Vila Bali kepada pemerintah Indonesia senilai Rp 44 miliar.
Wayan Minggus, karyawan Royal Pool Vila Bali kepada wartawan mengungkapkan, karyawan tidak mendapatkan gaji semenjak tahun 2013.
Ketika itu, pengelola vila melepas tanggung jawab secara sepihak.
"Karyawan vila itu awalnya sebanyak 200 orang. Tapi, sejak bermasalah banyak yang keluar, sekarang tinggal 50 orang. Karyawan yang bertahan itu, yang sudah berumur," ucap Minggus di lobby vila, Kamis (23/1/2020).
Minggus mengaku tidak mengetahui Direktur Utama PT OBPV berinisial NK sebagai penanggung jawab nasib para karyawan.
"Yang kami tahu, ownernya pergi meninggalkan kami dan tidak bertanggung jawab dengan kondisi kami. Saya juga tidak tahu wajah owner kayak apa," kata Minggus.
Vila yang dibangun sejak tahun 2006 itu hingga kini masih beroperasi. Namun, properti keduanya telah dibiarkan kosong dan dalam kondisi rusak parah.
Dari 60 kamar yang dimiliki, kini yang dioperasikan hanya 30 kamar.
"Kondisi kamarnya banyak yang rusak. Makanya yang dipakai hanya 30 Kamar," jelas Minggus.
Ia berharap, PT OBPV memiliki niat baik untuk membayar hak-hak mereka.
"Saya berharap hak-hak kita dibayar," ujarnya.
Terkait operasional vila, Minggus mengatakan, saat ini vila tersebut dikelola oleh managemen baru yang tidak terkait dengan PT OBPV.
"Sekarang ini kami dibayar harian, per harinya Rp 125 ribu," kata Minggus.
Terpisah, karyawan lainnya, Made Sudiana mengatakan, tingkat hunian vila mengalami penurunan drastis karena kondisi vila yang banyak kerusakan.
Sehingga, kerap tamu mengeluh dengan kondisi tersebut.
"Kondisi properti kami kurang maksimal jadi sering dikomplain tamu. Dari sana tingkat hunian juga turun," ujar Sudiana.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pt-obpv.jpg)