Rijasa Dituntut 15 Bulan Penjara, Terkait Korupsi Dana UEP Pedesaan Rp 225 Juta

Rijasa Dituntut 15 Bulan Penjara, Terkait Korupsi Dana UEP Pedesaan Rp 225 Juta

Rijasa Dituntut 15 Bulan Penjara, Terkait Korupsi Dana UEP Pedesaan Rp 225 Juta
Tribun Bali/I Putu Candra
Foto Rijasa saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, Bali, I Made Rijasa kembali didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (4/2/2020).

Rijasa kini menjalani sidang pembacaan surat tuntutan dari Jaksa Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam surat tuntutan, jaksa menuntut Rijasa dengan pidana penjara selama satu tahun dan tiga bulan (15 bulan).

Oleh jaksa, Ia dinilai terbukti melakukan korupsi dana UEP (Usaha Ekonomi Kreatif) Pedesaan sebesar Rp 225 juta.

Tak Mau Makan & Bengong Tiga Hari, 9 Ekor Babi Milik Peternak di Denpasar Ini Akhirnya Mati

Tes SKD CPNS Buleleng Dilaksanakan 10 Februari 2020, Sebanyak 6.227 Orang Akan Menguikuti SKD Ini

Karena Virus Corona, Tak Ada Lagi Penerbangan dari Bali ke China Mulai Hari Ini

Dihadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, Jaksa I Dewa Gede Mahendra Gautama dalam surat tuntutan menyatakan, bahwa terdakwa telah terbukti sah dan menyakinkan bersalah bersama-sama melakukan korupsi.

Sebagaimana dakwaan subsidair, Rijasa dijerat Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI No.31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dan telah diubah dengan Undang-Undang RI No.21 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa atas kesalahannya itu dengan pidana penjara selama satu tahun dan tiga bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara," tegas Jaksa Gautama.

Selain dituntut pidana badan, Rijasa juga dituntut pidana tambahan.

Berupa pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair pidana tiga bulan kurungan.

Pula dalam surat tuntutannya, sebelum pada inti tuntutan, jaksa terlebih dahulu mengurai hal memberatkan dan meringankan sebagai pertimbangan mengajukan tuntutan.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved