2 Siswa SD Ini Selamatkan Temannya yang Hendak Diculik, Sebut Pernah Melihat Penculik di Youtube

Rabu (5/2/2020), DE (10) dan dua rekannya AD (10) dan RS (10) berangkat ke sekolah menggunakan sepeda kayuh. DE berboncengan dengan AD dan RS sendiria

2 Siswa SD Ini Selamatkan Temannya yang Hendak Diculik, Sebut Pernah Melihat Penculik di Youtube
Tribunnews
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Rabu (5/2/2020), DE (10) dan dua rekannya AD (10) dan RS (10) berangkat ke sekolah menggunakan sepeda kayuh. DE berboncengan dengan AD dan RS sendirian.

Mereka bertiga adalah siswa kelas IV SDN Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Jarak rumah mereka menuju sekolah hampir satu kilometer dengan melintasi jalan pedesaan yang cukup sepi.

Ketika waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB, tiga siswa tersebut kaget karena ada minibus hitam berplat B tiba-tiba berhenti di depan mereka.

Sepeda mereka pun menabrak mobil tersebut. Padahal jarak mereka ke sekolah kurang lebih 20 meter.

Wayan Nirya Jadi Petani Arak Sejak Usia 12 Tahun, Bantu Finansial Keluarga

Winarta 13 Kali Disidang karena Jual Arak, Petani Pertaruhkan Nyawa, 16 Meninggal Sejak 2016

Hujan Deras di Karangasem Mengakibatkan Banjir, Sepeda Motor Warga Terseret Arus Sungai

Tiba-tiba seorang pria tak dikenal keluar dari mobil dan menghampiri DE. Pria tersebut mengajak DE masuk ke dalam mobil dengan iming-iming uang Rp 1 juta dan jajanan.

Pria tersebut juga mengatakan bahwa orangtua DE sedang menunggu di dalam mobil.

"Ayo le melu aku, tak jak jalan-jalan, tak kei duit sak juta karo jajan lan permen. Ojo kesuwen kae lho bapak ibumu ning njero. (Ayo nak ikut saya jalan-jalan. Aku kasih uang sejuta, jajan dan permen. Ayo jangan lama-lama, bapak ibumu itu loh ada di dalam mobil)," kata pria tersebut seperti yang ditirukan DE.

Pengakuan Driver Ojol Yang Bunuh Bos Toko Bangunan Di Denpasar Mengungkap Fakta Mencengangkan

Tukang Bangunan di Denpasar Diadili karena Nyambi Jadi Kurir Sabu

Bule Yang Kemah 12 Hari di Pantai Kuta Diciduk Satpol PP, Ngaku Ingin Berpetualang

Dua rekannya kemudian melarang DE ikut dan mengingatkan bahwa orangtua DE di Jakarta. Mereka bertiga pun sadar jika pria tersebut berniat jahat.

"Ojo gelem. Diapusi kowe, kan bapak ibumu ning Jakarta (jangan mau. Kamu ditipu, bapak ibumu di Jakarta)," sahut AD dan RS dengan lantang bersamaan.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved