Winarta 13 Kali Disidang karena Jual Arak, Petani Pertaruhkan Nyawa, 16 Meninggal Sejak 2016

"Menjadi petani arak itu taruhannya nyawa. Setiap hari manjat pohon kelapa setinggi 10-20 meter. Makanya banyak petani arak meninggal dan cacat"

Tribun Bali/Saiful Rohim
Petani arak di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen memanjat pohon kelapa, Jumat (7/2/2020). Petani hendak ambil hasil irisan buah kelapa. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Petani arak di Kabupaten Jembrana, Karangasem, Bangli dan daerah lainnya di Bali menyambut gembira pemberlakukan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No 1 Tahun 2020 mengenai Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Atau Distilasi Khas Bali.

Pemberlakuan Pergub tersebut membuat mereka tidak waswas lagi menjual arak, baik ke koperasi atau perusda untuk diolah lebih lanjut oleh industri.

Perasaan senang diungkapkan I Nengah Winarta (43), petani arak di Banjar Pangkunglubang, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dan istrinya, Nyoman Suwining (45).

Winarta menyuling arak sejak tahun 1996. Ilmu produksi itu ia dapat dari keluarganya yang berasal dari Karangasem.

Hujan Deras di Karangasem Mengakibatkan Banjir, Sepeda Motor Warga Terseret Arus Sungai

Inginkan Pilkada Lancar, KPU Badung Bahas pengamanan Pemilu dengan Kapolresta Denpasar

Pengakuan Driver Ojol Yang Bunuh Bos Toko Bangunan Di Denpasar Mengungkap Fakta Mencengangkan

Winarta dan Suwining merantau ke Jembrana sejak tahun 1990-an.

Saat itu arak masih bisa dijual bebas.

Artinya tidak kucing-kucingan dengan aparat kepolisian. Bahkan ia biasa bawa ke Karangasem, selain jual ke masyarakat di daerah Mendoyo.

Sejak tahun 1998 hingga 2019 pengawasan dari pemerintah sangat ketat. Dia berkali-kali diproses hukum karena kedapatan menjual arak.

Starting dan Subtitusi The Flash, Tak Ada Kendala Menjalin Chemistry Bersama Spaso

Bule Yang Kemah 12 Hari di Pantai Kuta Diciduk Satpol PP, Ngaku Ingin Berpetualang

"Saya sudah 13 kali kena sidang di pengadilan. Kena denda Rp 200 ribu. Kalau Pak Gubernur bikin kayak gini tentu kami senang. Gak kucing-kucingan lagi atau kena denda," kata Winarta kepada Tribun Bali di rumahnya, Jumat (7/2/2020).

Winarta dan istrinya Suwining senang adanya pergub tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved