Breaking News:

Berita Banyuwangi

Pesan Bupati Banyuwangi pada Guru di Pelantikan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama

Bupati Banyuwangi, Anas menitipkan sejumlah pesan kepada kalangan pengajar NU tersebut.

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
haorrahman
Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) se-Kabupaten Banyuwangi di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Minggu (9/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menghadiri pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) se-Kabupaten Banyuwangi di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Minggu (9/2/2020).

Anas menitipkan sejumlah pesan kepada kalangan pengajar NU tersebut.

Anas berpesan kepada para guru NU untuk memperkuat pembangunan SDM dengan cara-cara baru.

Pola pikir pendidikan yang selama ini, hanya mengacu pada kurikulum dan administrasi yang kaku, harus diubah.

"Pak Menteri Pendidikan saat ini, menekankan untuk mewujudkan siswa yang merdeka belajar. Hal ini, perlu direspon oleh para guru untuk mewujudkan pendidikan yang demikian, yang berorientasi pada penguatan SDM," jelas Anas.

Pohon Flamboyan Setinggi 18 Meter di Taman Pecangakan Jembrana Tumbang Timpa Motor Warga

Hasil Akhir Tes Pramusim MotoGP 2020 Sepang, Fabio Quartararo Sempurna, Nama-nama Beken Memble

Dewan Sebut Banyak Rumah di Badung Berizin Tempat Tinggal tapi Disewakan, Suyasa: Buatkan Regulasi

"Jangan segan untuk mengundang guru atau tokoh inspiratif berbagi di sekolah. Sehingga para murid memiliki wawasan baru di luar apa yang telah disampaikan oleh para guru yang ada," imbuh Anas.

Selain itu, Anas juga meminta kepada para guru untuk bisa memberikan pengajaran dengan hati. Selama ini, hubungan guru - murid tak lebih hanya berkutat pada fungsi pengajaran (transfer of knowledge). Tak diiringi dengan pola-pola pengasuhan dan pendidikan. Sehingga banyak peserta didik yang terlibat dalam hal-hal negatif.

"Didik mereka dengan hati. Dengan pendidikan yang menggunakan hati, siswa tidak hanya menjadi pintar, tapi juga memiliki budi pekerti yang luhur. Seperti halnya para kiai kita mendidik di pesantren-pesantren," paparnya.

Made Taro Tuangkan Pengajaran Bahasa Bali dalam Permainan

Membaca Karakter Seseorang Berdasarkan Golongan Darah, Si O Pemimpin Hebat, AB Penyuka Kebebasan

Hanya Ada Satu Unit Alat USG, Warga Keluhkan Pelayanan RS Pratama Nusa Penida

Pada kesempatan tersebut, Anas juga meminta kepada para guru untuk memberikan waktu kepada para murid di luar jam pelajaran dan jam sekolah. Dengan alokasi waktu yang lebih memungkinkan para guru memberikan perhatian kepada para siswa.

"Banyaknya siswa yang nakal dalam data yang kami miliki, salah satunya disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orang tua."

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved