Anak-anak Hingga Bendesa Meriahkan Bulan Bahasa Bali di Denpasar
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Kota Denpasar ini dilaksanakan pada Selasa (11/2/2020) di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah digelar di masing-masing desa maupun kelurahan pada 1-9 Februari 2020, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Kota Denpasar dilanjutkan ke tingkat kota.
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Kota Denpasar ini dilaksanakan pada Selasa (11/2/2020) di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali.
Para peserta yang ikut dalam kegiatan ini mulai dari anak-anak SD hingga bendesa.
Sebanyak 43 anak-anak yang masih duduk di bangku SD ikut kegiatan lomba nyurat aksara Bali.
• Selain Turunkan Berat Badan dan Obati Alergi, Penelitian Terbaru Ungkap Yogurt Dapat Redakan Depresi
• Bisa Hilangkan Khasiat, Jangan Campur Madu dengan Bahan Ini
• Diduga Korsleting Listrik, Coffee and Bar di Sanur Terbakar, Made Juliarta Merugi Ratusan Juta
Mereka diberikan tulisan menggunakan huruf latin yang nantinya akan disalin ke dalam aksara Bali.
Beberapa peserta terlihat lancar menyalin tulisan yang ada di hadapannya, dan ada pula bengong sambil mengingat-ngingat aksara Bali yang akan ditulisnya sesuai naskah yang diberikan panitia.
Selain itu, ada juga lomba membaca lontar yang diikuti oleh 39 peserta.
Mesatua Bali yang diikuti 39 ibu-ibu PKK, debat menggunakan bahasa Bali dengan peserta 22 kelompok siswa SMA/SMK se-Kota Denpasar.
Dan tak mau ketinggalan, bendesa yang notabene menjadi perangkat pada desa adat pun ikut memeriahkan kegiatan ini dengan mengikuti pidarta bahasa Bali dengan peserta sebanyak 11 bendesa.
Ketua panitia Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar, Dwi Mahendra Putra mengatakan peserta dalam lomba ini merupakan para juara yang telah memenangkan lomba pada pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di tingkat kelurahan maupun desa.
"Mereka yang mendapat juara di tingkat desa atau lurah selanjutnya dilombakan pada tingkat kota," katanya.
Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan Bahasa Bali agar terus digunakan oleh semua kalangan.
"Ini juga untuk mendukung Perda Nomor 1 tahun 2018 dan Pergub nomor 80 tahun 2018 tentang bahasa, aksara dan sastra Bali," katanya.
Sehingga pihaknya mengajak semua kalangan untuk ikut serta dalam acara ini mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sementara Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan dalam menghadapi era industri 4.0 harus memiliki SDM unggul.
Oleh karenanya orang Bali harus mampu memadukan antara lokal genius dengan unsur modern.
"Kita tidak boleh meninggalkan tradisi walaupun mengejar kemajuan. Di Bali jangan sampai saat berbicara mengguanakan bahasa-bahasa luar. Boleh kita pelajari bahasa luar agar semakin kreatif, namun Bahasa Bali juga harus dilestarikan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/siswa-mengikuti-lomba-nyurat-aksara-bali-dalam-bulan-bahasa-bali-kota-denpasar.jpg)