Kritisi Penjualan, CI Indonesia Sebut Pergub Arak Bukan Melegalkan tapi Mendistribusikan 

Gubernur Bali I Wayan Koster telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Atau Des

Kritisi Penjualan, CI Indonesia Sebut Pergub Arak Bukan Melegalkan tapi Mendistribusikan 
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Manager Bali Concervation International (CI) Indonesia, Made Iwan Dewantama (kanan) dan Dosen FISIP Universitas Warmadewa, Dr. I Ngurah Suryawan (kiri) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Gubernur Bali I Wayan Koster telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Atau Destilasi Khas Bali.

Pergub tersebut memberi jaminan hukum dan perlindungan kepada para pembuat arak khas Bali hingga pemasaran produknya.

Manager Bali Concervation International (CI) Indonesia, Made Iwan Dewantama menilai pergub tersebut sifatnya sangat administratif.

Petani-petani arak dikumpulkan, kemudian diminta membentuk koperasi.

Koperasi itu selanjutnya membawa bahan baku arak yang dihasilkan petani ke perusahaan yang mempunyai izin. 

“Sifatnya administrasi tata niaga. Buat saya Pergub arak ini tidak memberikan terobosan karena yang menjual adalah pihak industri yang memiliki izin. Jadi buat saya, Pergub ini tidak melegalkan arak, tetapi mendistribusikan arak saja,” kata Iwan di Denpasar, Senin (10/2/2020).

Padahal menurutnya arak Bali berbeda dengan minuman beralkohol lainnya yang sudah legal beredar karena kental dengan unsur budayanya.

Maka dari itu, arak Bali ini merupakan salah satu produk unik dari Bali yang harus diangkat.

Menurutnya, Arak Bali merupakan produk lokal di samping sangat kuat dengan narasi budaya, juga berpotensi untuk mengangkat ekonomi masyarakat Bali yang selama ini sering tidak mendapat perhatian.

Selama ini, para petani arak hidupnya hanya bergantung pada pohon lontar yang dimiliki selama puluhan tahun.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved