Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pasar Murah Galungan di Lumintang Denpasar, Pedagang yang Berani Mainkan Harga Akan Kena Sanksi Ini

Pasar Murah Galungan di Lumintang dibuka Selasa (11/2/2020) Hingga Sabtu (15/2/2020), Pedagang yang Berani Mainkan Harga Akan Kena Sanksi Ini

Tayang:
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pasar murah Galungan. Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar pasar murah di parkir utara Taman Kota Lumintang, Denpasar. Pasar murah ini dibuka Selasa (11/2/2020) hingga Sabtu (15/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Jelang hari raya Galungan dan Kuningan, Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar pasar murah di parkir utara Taman Kota Lumintang, Denpasar.

Pasar murah ini dibuka Selasa (11/2/2020) hingga Sabtu (15/2/2020).

Berbagai jenis keperluan untuk hari raya Galungan dijual di tempat ini, mulai dari buah, janur, daun kelapa, jajan, hingga bumbu.

Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Peranian Kota Denpasar, Ayu Dewi Anggreni mengatakan pedagang yang berjualan di pasar ini yakni pedagang yang merupakan petaninya langsung.

Tips Jaga Mata agar Tak Rusak Meski Suka Main Gadget

Ramalan Shio Hari Ini, 11 Februari 2020: Shio Tikus Ubah Kebiasaan, Shio Monyet Hindari Konflik

Babi Mati di Denpasar Capai 184 Ekor, Populasi Tersisa Hanya 8.500 Ekor

Sehingga harga yang ditawarkan lebih murah dari pasar pada umumnya.

Misalkan saja harga salak, jeruk, maupun wani Rp 15 ribu per kilogram.

"Sudah barang tentu tetap mengharap harga-harga lebih murah dari pasar tradisional. Kita langsung nyari pedagang langsung dari tangan pertama," katanya.

Untuk dodol didatangkan langsung dari Buleleng, begitupun untuk durian dihasilkan dari perkebunan di Petang, Badung.

"Betul-betul yang dijual itu dari tangan pertama, kami harapkan pasar murah harus lebih murah dari pasar tani," katanya.

Untuk pedagang yang berjualan di pasar murah ini yakni 10 orang pedagang buah, juga penjual jajan, UMKM seperti kebaya hingga perhiasan.

Sehingga totoal stan yang ada yakni 25 stan.

Sementara itu, Ketua TPPKK Kota Denpasar, IA Selly Dharma Wijaya Mantra mengatakan pasar ini juga untuk antisipasi lonjakan harga yang terjadi di pasar tradisional umumnya.

Sehingga bisa mengurangi pengeluaran yang dikeluarkan oleh masyarakat.

"Kami betul-betul murah dari pasar, karena kami ada sanksi bahwa kalau bermain harga sanksinya lagi enam bulan tidak boleh lagi mereka ikut pameran. Jadi ini memang betul ditunggu-tunggu masyarakat," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved