Babi Mati di Denpasar Capai 184 Ekor, Populasi Tersisa Hanya 8.500 Ekor

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar mengatakan dari yang awalnya populasi babi di Denpasar mencapai 20.000 ekor lebih, kini tinggal 8.500 saja.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Foto ilustrasi Babi Warga di Kandang 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Beberapa hari belakangan, Bali dihebohkan dengan kematian babi masal.

Termasuk Denpasar juga ikut terimbas dengan kematian babi ini.

Bahkan sampai saat ini tercatat sebanyak 184 ekor mati selama dua bulan terakhir.

Selain mati, sebanyak 226 ekor babi juga sakit.

Kondisi ini membuat populasi babi yang tersedia di Kota Denpasar menurun drastis.

Akibat Virus Corona, Harga Bawang Putih di Bali Naik Hingga 100 Persen

Picu Rasa Sakit Fisik Hingga Tidak Bisa Tidur Nyenyak, Ini Dampak Kesepian Pada Kesehatan

Omnibus Law Akan Hapus Pesangon Pekerja, Benarkah?

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra yang ditemui, Selasa (11/2/2020) mengatakan dari yang awalnya populasi babi di Denpasar mencapai 20.000 ekor lebih, kini tinggal 8.500 saja. 

Namun, Ambara mengatakan menurunnya populasi babi ini karena dijual oleh pemiliknya, takut ikut kena imbas.

"Yang jelas dari 20.000 populasi babi di Kota Denpasar sudah menurun dan kini masih tersisa 8.500 ekor saja," katanya.

Untuk penanganan, pihaknya tetap mengadakan KIE di mana peternak harus sebisa mungkin mekaksanakan biosekuriti, dekontaminasi dengan desinfektan, depopulasi, memasak pakan swill feeding, juga membatasi lalu lintas hewan.

Viral di Media Sosial, Dua Warga Spanyol Diduga Mencuri Pakaian Dalam Wanita

Harga Melonjak, RI Akan Impor Bawang Putih 103.000 Ton dari China

Pohon Mahoni Tumbang, Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk Tersendat

"Dinas juga bantu obat desinfektannya," katanya.

Walaupun demikian, pihaknya memastikan babi di Denpasar menjelang Hari Raya Galungan masih aman dari virus.

Kematian itu kata dia tidak secara mendadak karena virus yang meresahkan peternak seperti ASF, melainkan karena penyakit kolera dan kondisi babi.

Kata Ambara, pihaknya baru khawatir jika angka kematian babi di Denpasar lebih dari 35 persen.

Blak-blakan Irfan Bachdim Tanggapi Namanya Tak Ada di Skuat Bali United, Teco Beri Jawaban Begini

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved