Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Harga Melonjak, RI Akan Impor Bawang Putih 103.000 Ton dari China

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih.

TRIBUN BALI/ADRIAN AMURWONEGORO
(ilustrasi) Salah satu lapak pedagang yang menjual bawang putih di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Kamis (6/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih.

Total volume bawang putih yang diberikan rekomendasinya sebanyak 103.000 ton.

"[RIPH] 103.000 ton sudah diterbitkan Jumat kemarin," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto, Senin (10/2/2020).

Meski tak merinci berapa banyak perusahaan yang mendapatkan RIPH tersebut, tetapi Prihasto memastikan RIPH yang diberikan tengah diproses di Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan persetujuan impor.

Jelang Galungan, Sejumlah Piranti Upakara dan Pangan Mulai Alami Kenaikan

Terbaru : Korban Meninggal Akibat Virus Corona Kini Sudah Tembus 1.000 orang

Iuran BPJS Naik Per 1 Januari, Peserta Turun Kelas JKN Mandiri Bali Nusra Tercatat Hanya 1,6%

Lebih lanjut, Prihasto membeberkan, kebanyakan bawang putih yang akan diimpor berasal dari China.

Dia pun mengatakan, impor bawang putih dari China diizinkan, mengingat dari hasil rapat terbatas yang dilakukan, tidak terdapat penularan virus corona melalui tanaman.

Sebelumnya, harga bawang putih mengalami lonjakan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga bawang putih sampai Senin (10/2/2020) sudah mencapai Rp 55.300 per kg.

Koperindag Jembrana Melakukan Pendataan, Terdapat Ratusan Produsen Arak

Status Perjalanan ke Singapura Meningkat ke Level Kuning, Kasus Positif Corona Naik 40 Kasus

Luput dari Pembahasan, Upah Per Jam Berkaitan Erat dengan Asuransi Pengangguran

Prihasto mengaku, tingginya harga karena pasokan bawang putih yang menipis.

Dia berharap, harga bawang putih pun kembali stabil setelah impor bisa direalisasikan.

Sejauh ini, Prihasto mengatakan, saat ini masih terdapat stok bawang putih sebanyak 70.000 ton, yang diperkirakan akan mencukupi kebutuhan hingga Maret.

Nantinya, RIPH yang diberikan pun untuk memenuhi kebutuhan bawang putih beberapa bulan berikutnya.

"Terakhir stok kurang lebih 70.000 ton, sampai Maret nanti sebetulnya stok itu cukup, tetapi kita buka lagi untuk mengantisipasi 2-3 bulan ke depan," tutur Prihasto.

Sementara, Prihasto menjelaskan kebutuhan bawang putih nasional sekitar 560.000-580.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan, di mana kemampuan produksi dalam negeri hanya sekitar 85.000 ton.

"Dari data yang ada, produksi bawang putih dalam negeri sekitar 85.000 ton, tetapi itu difokuskan untuk benih dulu, supaya kalau kita ngejar dirproduksi dalam negeri bawang putih itu," jelas Prihasto. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "RI Akan Impor Bawang Putih 103.000 Ton dari China"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved