Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wiki Bali

WIKI BALI - Makam Wali, Penyebar Agama Islam di Jembrana Bali

Makam Wali ini terdapat beberapa tokoh penyebar Islam rombongan ke-II di Jembrana yang masuk ke Jembrana sejak tahun 1653 Masehi.

Penulis: Noviana Windri | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Makam Wali, Penyebar Agama Islam di Jembrana , Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Selain makam Buyut Lebai yang menjadi orang pertama sebagai penyebar agama Islam di Kampung Loloan, Jembrana, Bali.

Juga terdapat makam tokoh-tokoh penyebar agama Islam yang berpengaruh di Kampung Loloan, Jembrana, Bali.

Makam Wali ini terdapat beberapa tokoh penyebar Islam rombongan ke-II di Jembrana yang masuk ke Jembrana sejak tahun 1653 Masehi.

Diantaranya yaitu makam Al-Habib Syarif Abdullah Bin Yahya All-Qadry atau Syarif Tua, Makam Muhammad Ya’qub Trengganu atau Tuan Guru Ncik Yakub, Makam Tuan Guru Moyang Khotib adalah Da’i dari Palembang, Sumatera Selatan, Makam K.H.R Ahmad Al-Hadi Bin Dahlan Al-Falaky, dan Makam Nyai Hj. Mas’uda.

Kelompok Wisata Banyuwangi Nilai Pengembangan Pulau Tabuhan Tambah Daya Tarik

Sudah Nikmati Makan, Minum Hingga Spa di Hotel, Turis Korea di Kuta Ini Pura-pura Linglung

21 Ekor Babi Aria Suta Mati Mendadak di Buleleng, Kerugian Sekitar Rp 20 Juta

Posisi

Makam wali ini berlokasi di berada di area Masjid Agung Baitul Quddim di Jalan Puncak Jaya, Loloan Timur, Jembrana, Bali.

Sebelah utara berbatasan dengan pemukiman warga Loloan Timur.

Sebelah selatan berbatasan terdapat Jalan Raya Puncak Jaya.

Sebelah timur berbatasan dengan pemukiman warga Loloan Timur.

Sebelah barat berbatasan dengan pemukiman dan Sungai Ijogading.

Sejarah

Makam Wali ini terdapat beberapa tokoh penyebar Islam rombongan ke-II di Jembrana sejak tahun 1653 Masehi.

Saat ini terdapat enam buah makam yang tepatnya terletak di belakang Masjid Agung Baitul Quddim di sebuah bangunan terbuka dengan panjang 6,80 meter dan lebar 6 meter.

Keenam makam tersebut menggunakan bahan batu bata dan ubin tegel, bagian makam dan bagian nisan berwarna putih.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved