Diduga Karena Virus Corona, Harga Bawang Putih di Bangli Tembus Rp. 60 Ribu
Harga Bawang Putih di Bangli Tembus Rp. 60 Ribu, Pedagang Ini Tidak Berani Memasok Bawang Lebih Banyak
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Tak hanya berdampak pada destinasi pariwisata Bangli, Bali, mewabahnya virus corona juga disebut-sebut berdampak pada pasokan bawang putih di pasaran.
Kondisi tersebut menyebabkan harga salah satu bumbu dapur itu kian melonjak sejak sepekan terakhir.
Di Pasar Kidul, harga bawang putih saat ini berada di kisaran Rp. 55 ribu hingga Rp. 60 ribu.
Salah satu pedagang bernama Ni Wayan Sutriasih mengatakan lonjakan harga bawang putih sudah terjadi sejak 10 hari terakhir.
• Wabah Babi Mati Mendadak Tak Ada Solusi, Peternak Menjerit, Pemerintah Tak Respon
• Simpang Siur Jenis Kelamin Lucinta Luna Dipertanyakan, Ini Jawaban Polisi Terkait Penempatan Selnya
• Musrenbang RKPD ke 5 Dilaksanakan Pemkab Badung di Abiansemal, Ajang Evaluasi dan Berbenah Diri
“Lonjakan harga bawang putih ini tergolong drastis. Dua pekan sebelumnya harga bawang putih untuk modalnya hanya Rp. 26 ribu. Kemudian berangsur-angsur naik menjadi Rp. 28 ribu. Namun dalam sehari, tepatnya seminggu lalu, dari harga Rp. 28 ribu melonjak tajam menjadi Rp. 40 ribu. Dan hingga kini harganya Rp. 55 ribu hingga Rp. 60 ribu,” ungkapnya Selasa (11/2/2020).
Menurut Sutriasih, lonjakan harga bawang putih ini akibat wabah virus corona.
Harga yang terus mengalami peningkatan, otomatis membuat pihaknya tidak berani memasok bawang lebih banyak.
“Pasokan bawang ini dari Karangasem. Biasanya saya bisa ambil (memasok) sampai dua kampil (karung), tapi karena harganya tidak stabil saya hanya berani mengambil satu kampil (karung). Saya khawatir jika mengambil lebih banyak keesokan harinya harga bawang turun. Kan saya malah rugi banyak,” keluhnya.
Dikatakan pula, akibat lonjakan harga ini pihaknya kebingungan untuk menjual bawang putih.
Konsumen pun juga dinilai enggan untuk membeli, dan tak jarang banyak yang mengeluh.
Sedangkan disinggung potensi peningkatan harga jelang hari raya galungan, pedagang asal Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang itu tidak berani memastikan.
Ia hanya berharap saat memasuki hari raya galungan, sejumlah kebutuhan bumbu dapur cenderung normal.
“Memang jelang Galungan biasanya sejumlah kebutuhan pokok harganya naik, tapi tidak selalu. Tahun sebelumnya, saat memasuki hari raya galungan harga bawang justru turun. Mudah-mudahan Galungan tahun ini haganya lebih stabil,” ucapnya.
Selain harga bawang putih, Sutriasih menambahkan harga cabai rawit saat ini cenderung turun.
Dari dua hari sebelumnya Rp. 95 ribu hingga Rp. 100 ribu per kilo, sekarang menjadi Rp. 60 ribu per kilo.
Sedangkan harga bawang merah, saat ini harganya Rp. 32 ribu hingga 34 ribu per kilo.
“Naik dan tidaknya harga juga dipengaruhi faktor cuaca. Jika cuacanya masih seperti ini, tidak bisa dipungkiri harganya akan meningkat. Seperti cabai yang mudah busuk akibat penyakit busuk batang,” kata Sutriasih (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sutriasih-ketika-melayani-konsumen.jpg)