Sponsored Content
Wabup Suiasa : Pemerintah Dengan Stakeholder Pariwisata Harus Bersinergi Cari Solusi
Industri pariwisata adalah industri yang sangat sensitif terhadap berbagai isu. Setidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, dunia pariwisata
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM - Industri pariwisata adalah industri yang sangat sensitif terhadap berbagai isu. Setidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, dunia pariwisata telah dicedrai oleh berbagai isu besar yang berdampak kepada pariwisata nasional, khususnya Bali.
Tidak terkecuali adanya pandemi virus corona di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok yang beberapa hari ini sangat berdampak serius terhadap pariwisata.
Dengan adanya kondisi tersebut, diperlukan langkah cepat dan strategis agar pariwisata segera pulih kembali.
Kaitannya dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Badung pun bersinergi dengan Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan di Natya Hotel Kuta, Jalan Raya Bypass Ngurah Rai, Tuban, Selasa (11/2) malam.
• Wabup Suiasa Hadiri Rapat Percepat Proyek Pembangunan PSEL di TPA Suwung,
• Wabup Suiasa Hadiri Piodalan di Pura Gunung Payung Kuta Selatan
FGD yang digelar dengan Tema “Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke Depan” itu langsung dihadiri wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa.
Tidak hanya sekedar hadir, Suiasa pun menjadi Keynote Speaker dalam acara diskusi yang melibatkan Narasumber dari para Pakar, Praktisi, Pelaku Industri serta Pemerhati Pariwisata antara lain, Managing Director ITDC I.G.N Ardita, Ketua DPP NCPI Gusti Kade Sutawa, Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha paraktisi pariwisata Gede Wiratha, Bagus Sudibya, Aloysius Purwa dan Stakeholder terkait.
Turut hadir mendampingi Wabup Kadisparda Badung I Made Badra.
Wabup Suiasa mengatakan FGD ini merupakan wujud sinergitas komunikasi antara seluruh elemen pelaku industri pariwisata untuk merespon situasi kekinian tentang merebaknya virus novel corona di Cina. Pasalnya di Bali khususnya secara tidak langsung mengalami dampak menurunnya kunjungan wisatawan khususnya wisatawan dari china.
“Pemerintah dengan seluruh Stakeholder pariwisata harus bersinergi untuk mencari titik temu solusi yang praktis, produktif, strategis serta efektif. Semua ini agar dampak negatif pariwisata saat ini tidak boleh terlalu lama kita alami,” jelas Suiasa.
Atas nama Pemerintah Daerah Wabup Suiasa memberikan Apresiasi, rasa bangga kepada seluruh peserta FGD dan kepada NPCI Bali yang menginisiasi forum diskusi ini. “Bali harus bersatu padu dalam menjawab tantangan yang kita sedang hadapi bersama saat ini,” tegasnya.
Dalam forum diskusi tersebut Wabup Suiasa merasa terinspirasi dari masukan para tokoh dan pemerhati pariwisata dalam memutuskan kebijakan kepariwisataan. Salah satunya dengan membuat website official dan merancang big deal/big sale atau discount khusus baik hotel dan segala bentuk produk yang Bali miliki. Semua itu pun nantinya menyasar pasar domestik yang memiliki potensi 62-63 persen perkuatan dibidang pariwisata,
“Secara khusus akan menarik wisatawan domestik dalam menguatkan pencapaian target kunjungan. Ini menjadi daya dukung selain pangsa pasar mancanegara sesuai agenda yaitu India, Australia, Eropa, Rusia dan Amerika. Upaya lain juga kita dilakukan seperti bekerjasama dengan pihak maskapai penerbangan, dengan menambah rute baru seperti menghidupkan kembali direct flight dari India,” bebernya
Lanjut Suiasa mengatakan, Pemkab Badung akan segera mengumpulkan rencana kerja bersama stakeholder menindaklanjuti terobosan memajukan pariwisata Badung untuk Bali. Badung juga akan menyampaikan bagaimana penanggulangan virus itu sesuai SOP, termasuk pencegahan dan langkah prosedur penanganan virus corona.
“Langkah ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan masyarakat dunia terhadap Bali bahwasanya Bali itu save dan aman untuk dikunjungi,” jelas Wabup Suiasa
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nawacita Pariwisata Indonesia Provinsi Bali (DPW NCPI Provinsi Bali) Agus Maha Usadha dalam kesempatan tersebut mengatakan, sesuai dengan Tema FGD "Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke depan. "Ini adalah suatu langkah besar bagaimana Badung merupakan pemain utama pariwisata di Bali. Sudah dipandang perlu melakukan terobosan agar pariwisata di Bali tidak mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wabup-suiasa-saat-menghadiri-fgd.jpg)