Hari Valentine

Hari Valentine, Mahasiswa KesMas Universitas Udayana Pungut Puntung Rokok di Pantai Kuta

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat luas bahwa puntung rokok memiliki dampak negatif terhadap lingkungan

Hari Valentine, Mahasiswa KesMas Universitas Udayana Pungut Puntung Rokok di Pantai Kuta
Tribun Bali/Ni Kadek Rika Riyanti
Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Made Ady Wirawan memungut puntung rokok di tepi Pantai Kuta, Jalan Raya Kuta No. 1, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (14/2/2020), dalam kegiatan 

Hari Valentine, Mahasiswa KesMas Universitas Udayana Pungut Puntung Rokok di Pantai Kuta

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (HMKM FK UNUD) mengadakan bakti sosial dan outreach bertema “Smoke Free Beach for Healthy Tourism”, di Pantai Kuta, Jalan Raya Kuta No. 1, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (14/2/2020).

Terselenggaranya kegiatan ini merupakan inisiatif HMKM FK UNUD dalam upaya kontribusi dan perhatian terhadap masalah kesehatan dan lingkungan.

Kegiatan ini serangkaian kegiatan Ajang Kreativitas Akbar (AKA) 2020 dan HUT Program Studi Kesehatan Masyarakat UNUD.

Kegiatan ini, menurut Ketua Panitia I Dewa Gede Agung Narendra Suputra, melibatkan sejumlah sekolah dan kampus.

“Karena kami ingin membantu mengedukasi semua kalangan, jadi kami juga mengundang beberapa sekolah seperti SMA Negeri dan SMP Negeri 1 Kuta, SMA Negeri dan SMP Negeri 2 Kuta, sementara kampusnya kami mengundang Poltekkes, Itekes Bali, Undhira dan masyarakat di sekitar Pantai Kuta,” kata mahasiswa yang kerap disapa Gung Indra itu.

Gung Indra menambahkan, kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat luas bahwa puntung rokok memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, seperti penyebaran asap di sekitar (perokok aktif ke pasif), bahkan yang lebih berbahaya lagi, puntung rokok yang dibuang sembarangan dan mengendap di tanah, baru akan terurai setelah 10 tahun.

“Selain itu, kalau sampai tak sengaja dikonsumsi oleh biota laut, akan dapat menyebabkan kematian. Seterusnya, itu nanti akan dapat bersifat racun jika kita mengonsumsi biota laut yang tak sengaja menelan puntung rokok tersebut,” jelasnya kepada Tribun Bali.

Perlu diketahui, perilaku merokok berkontribusi terhadap terjadinya pencemaran lingkungan, baik udara melalui hasil pembakaran berupa asap rokok, pencemaran lingkungan tanah, maupun air melalui sisa puntung rokok/cigarrete butt.

Halaman
12
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved