Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Kata Bupati Giri Prasta Babi Bali Lebih Gurih, Kampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyebut daging babi Bali lebih gurih ketimbang babi lendris atau babi bule

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Humas Pemkab Badung
Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Sekda Adi Arnawa dalam kegiatan kampanye daging babi aman untuk dikonsumsi di Wantilan Jaba Pura Lingga Buwana, Puspem Badung, Badung, Bali, Jumat (14/2/2020). Kata Bupati Giri Prasta Babi Bali Lebih Gurih, Kampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi 

Kata Bupati Giri Prasta Babi Bali Lebih Gurih, Kampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyebut daging babi Bali lebih gurih ketimbang babi lendris atau babi bule.

Karena makanan babi sangat memengaruhi cita rasa daging itu sendiri.

Demikian dikatakan Bupati Giri Prasta dalam kegiatan Kampanye Daging Babi Aman untuk dikonsumsi yang berlangsung di Wantilan Jaba Pura Lingga Buwana, Puspem Badung, Badung, Bali, Jumat (14/2/2020).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa, Sekda Adi Arnawa, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Seniasih Giri Prasta beserta wakilnya Kristiani Suiasa, Ketua Puspa Rasniathi Adi Arnawa serta Ketua Gatriwara Ayu Parwata dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung.

Bupati Giri Prasta lantas membandingkan pakan di antara dua jenis babi itu, jika babi bule lebih banyak makan sentrat, sementara babi Bali lebih banyak makan pakan dari alam, seperti dedak dan sisa makanan di rumah yang disebut banyu.

“Di Bali ada babi Bali dengan pakannya yang dikenal dengan tatakan banyu. Coba buktikan, babi Bali rasanya lebih enak dan gurih ketimbang babi lendris. Karena kenapa, babi setiap hari diberikan sisa makanan yang sudah diolah. Apapun yang kita makan, sisanya bisa untuk babi,” kata Bupati Giri Prasta.

Dikatakan lebih lanjut, secara tidak langsung, apa yang dimakan babi tersebut telah mensugesti pikiran dagingnya lebih gurih dan itu terbukti.

"Atas pakan babi itu, sehingga gurihnya daging babi Bali itu berbeda ketimbang babi lendris yang hanya makan sentrat,” ucap politisi asal Desa Pelaga, Petang itu.

Bupati Giri Prasta menjelaskan, kalau masalah virus atau penyakit, semua babi bisa terkena, baik babi Bali maupun babi lendris, hanya saja yang harus dilakukan adalah penanganan dan pemeliharaan yang higienis.

Terkait kasus babi mati, kata Bupati Giri Prasta, sudah dilakukan penanganan.

Untuk babi yang masih sehat, dagingnya masih sangat amat dikonsumsi.

“Kami garanti daging babi masih aman untuk dikonsumsi. Sehingga jangan takut mengonsumsi daging babi,” tegasnya seraya mengharapkan agar masyarakat juga diberikan edukasi terkait banyaknya kasus babi mati, sehingga mengakibatkan penurunan konsumsi di masyarakat serta berimbas pada harga daging babi," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta menugaskan Dinas Pertanian dan Pangan ke depannya melakukan sosialisasi agar masyarakat membentuk kelompok ternak babi guna me-recovery kondisi peternakan yang ada saat ini.

Karena sistem peternakan secara koloni akan meringankan beban peternak dalam hal biaya maupun waktu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved