Tips Sehat untuk Anda
Cara Memasak Mie Instan Agar Lebih Sehat, Tambah Sayur dan Telur?
Ada siasat yang bisa dilakukan untuk menjadikan mie instan lebih sehat, apa saja?
Cara Memasak Mie Instan Agar Lebih Sehat, Tambah Sayur dan Telur?
TRIBUN-BALI.COM - Cara Memasak Mie Instan Agar Lebih Sehat, Tambah Sayur dan Telur?
Banyak orang percaya bahwa mie instan mengandung lapisan lilin untuk membuatnya lebih tahan lama.
Namun, berdasarkan buku Buka Fakta! 1010 Mitos Kesehatan oleh Nutrifood Research Center pada 2014, dijelaskan tim Nutrifood Research Center tidak menemukan “pemakaian lilin” di dalam langkah-langkah pembuatan mie instan.
Dalam pembuatan mie instan yang ada hanyalah penggorengan hingga kering (deep fried).
Dengan kata lain, pandangan atau pendapat mengenai mie instan yang mengandung lilin hanyalah mitos belaka.
Namun, proses penggorengan tersebut tetap saja membuat mie instan kaya lemak jenuh sehingga tidak baik dikonsumsi secara berlebihan.
• Nasib Keuangan Zodiak Februari 2020: 4 Zodiak Diramal Makmur Banget, Bulannya Aquarius!
• Kapolda Bali Sampaikan Pesan Pilkada Damai di Acara Bali Bhayangkara Medco Valentine Eco Run 2020
Cara memasak mie instan agar lebih sehat
Nutrifood Research Center pun mengungkapkan ada siasat yang bisa dilakukan untuk menjadikan mie instan lebih sehat.
Berikut cara memasak mie instan agar menjadi lebih sehat.
- Kurangi penggunakan bumbu mi untuk mengurangi asupan garam harian Anda
- Konsumsiah mie instan dengan banyak sayuran, misalnya sawi dan bayam
- Lebih baik lagi, mie instan juga dipadankan dengan sumber protein seperti telur
Ingin sehat lagi?
Pilih mie instan yang di-oven (air dried), bukan digoreng.
Rasanya tidak kalah lezat dengan yang digoreng dan pastinya lebih sehat.
Melansir Buku Kontroversi 101 Mitos Kesehatan (2012) karya dr Florentina R Wahjuni, selama ini bahan pengawet yang dipakai dalam mie instan telah diteliti dan dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Bahkan Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) menggolongkan Methylparaben sebagai zat pengawet mie instans, termasuk kategori Generally Recognized as Safe (GRAS).
• Asprov PSSI Bali Gelar Kongres Biasa, Evaluasi 2019 dan Persiapan Program Kerja 2020
• AJI, IJTI hingga PWI Tolak Campur Tangan Pemerintah di Dunia Pers Lewat Omnibus Law
Artinya, zat kimia tersebut bisa dan aman untuk digunakan pada makanan.
dr Florentina menyampaikan hingga ditulisnya buku tersebut, belum ditemukan adanya penelitian yang membuktikan bahwa mie instan berbahaya bagi kesehatan.
Namun demikian, menurut dia, sebaiknya mie instan jangan dikonsumsi secara berlebihan.
Air rebusan mie instan tidak sehat?
Sementara, dalam buku mie instan: Mitos, Fakta dan Potensi (2016) bikinan FG Winarno, dijelaskan bahwa anggapan banyak orang mengenai air rebusa mie instan tidak boleh dikonsumsi karena berbahaya adalah tidak benar.
Menurut FG Winarno, justru air rebusan mie instan mengandung garam (mineral) dan vitamin yang terlarut pada saat mie instan tersebut dipanaskan atau direbus.
Di samping itu, membuang air rebusan dapat menurunkan rasa mie instan.
Artinya, rasa instan tidak lagi pas seperti rasa yang telah ditentukan oleh pabrik, yang sudah diteliti sebelumnya sesuai selera konsumen.
(Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Cara Memasak mie instan Agar Lebih Sehat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-mi-instan.jpg)