Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dokter Anak Bagikan Trik Sederhana agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua 

"Anak-anak seperti spons, mereka mengerti bahasa tubuh dan isyarat verbal kita. Jadi saat kita kesal atau cemas, mereka mungkin mengerti dan takut

vadimguzhva
Ilustrasi anak 

TRIBUN-BALI.COM - Sebagai orangtua tentu kita menginginkan yang terbaik untuk anak.

Kita tidak ingin berteriak pada anak-anak, namun terkadang kita tak bisa menahannya.

Kita ingin anak-anak mematikan video game mereka, mengambil mainan mereka dan bersiap untuk tidur.

Lalu, apa yang harus dilakukan ibu dan ayah? Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak-anak harus dimulai dengan tenang.

"Sebagai orangtua atau pengasuh, kita mungkin tidak selalu mengenali efek emosi dan tindakan kita terhadap anak-anak," kata dokter anak Kimberly Churbock, MD.

Ramalan Zodiak Keuangan Besok Selasa 18 Februari 2020: Yeay, Leo Bisa Menyingkirkan Kekhawatirannya!

Cerita Asli Welas Saat Harus Pompa ASI di Lokasi Syuting yang Menakutkan

Benarkah Cuaca dan Matahari Penyebab Indonesia Negatif Virus Corona? Begini Jawaban Peneliti

"Anak-anak seperti spons, mereka mengerti bahasa tubuh dan isyarat verbal kita. Jadi saat kita kesal atau cemas, mereka mungkin mengerti dan takut atau tidak tahu bagaimana merespons."

Itu sebabnya teknik seperti berteriak, menyogok, dan mengancam akan memberi hukuman bukan cara terbaik untuk membuat anak melakukan apa yang kita minta.

Dr. Churbock memberikan saran berikut ini untuk mengatasi penyebab utama mengapa anak-anak tidak mematuhi orangtua.

1. Kenali hambatan untuk komunikasi yang baik

Apakah kebutuhan dasar anak kita terpenuhi? Bahkan, anak-anak paling santai sekalipun mungkin ingin melawan kita saat mereka lapar atau lelah.

Ada Jus Ceri hingga Smoothie Pisang, Hilangkan Insomnia dengan 5 Minuman Sehat Ini

Viral Doktor Psikologi Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Cara Memilih Psikolog yang Tepat

Bahayakah Pewarna Makanan Buatan untuk Anak?

2. Berikan contoh yang baik

Anak-anak memahami nada dan bahasa tubuh kita, tidak hanya sewaktu kita berkomunikasi dengan mereka.

"Kita harus memerhatikan setiap kata-kata dan bahasa tubuh kita, entah itu saat kita berinteraksi langsung dengan anak-anak atau dengan orang dewasa lain dan pengasuh," ujar Dr. Churbock.

Yakinlah, anak-anak dapat melihat dan menyadarinya ketika suasana tegang itu muncul.

3. Gunakan kata-kata sederhana

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved