Hujan Deras di Lereng Gunuing Agung, Air Lumpur Meluap Hingga Jalan Raya
Volume air membesar dan aliran cukup deras membawa material seperti kerikil, lumpur, serta pasir hingga meluap ke jalan raya.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Hujan deras yang mengguyur sekitar lereng Gunung Agung, Karangasem, Bali, Senin (17/2/2020) siang mengakibatkan banjir di Sungai Tulamben, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem.
Aliran air meluap ke jalan penghubung Amlapura menuju Sngaraja.
Arus lalu lintas pun sempat macet.
Informasi di lapangan menyebutkan, banjir terjadi tiba - tiba.
Volume air membesar dan aliran cukup deras membawa material seperti kerikil, lumpur, serta pasir.
Material itu berasal dari lereng Gunung Agung.
Tak ada korban serta kerugian materiil yang berarti akibat banjir mendadak ini.
Kapolsek Kubu, AKP Komang Sura Maryantika menjelaskan, memang sempat turun hujan sebelum banjir.
Di hulu, sekitar lereng gunung, intensitas hujannya deras dan cukup lama.
Sedangkan di hilir intensitas hujan landai. Banjir diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita yang berlangsung sekitar 1 jam.
"Seperti biasa, jika hujan agak deras di hulu, air hujan menuju hilir melalui sungai sebelah timur. Karena aliran air melintasi jalan aspal, arus lalu lintas terhambat," jelas AKP Komang Sura Maryantika, Senin (17/2/2020).
Arus lalu lintas sempat ditutup selama 30 menit, menunggu banjir mengecil.
Kendaraan sepeda motor beserta mobil dilarang melintas untuk mengantisipasi kecelakaan.
Seperti terseret atau terpeleset. Pengendara diimbau berhenti sementara sembari menunggu aliran air mengecil.
"Banjir dengan air mengalir yang cukup deras bawa lumpur, pasir dan kerikil sampai bebatuan kecil. Dari kaki Gunung Agung. Sekitar pukul 14.30 Wita, banjir yang meluap ke jalan mulai mengecil. Arus lalu lintas sudah kembali lancar," imbuh Sura.
Perbekel Tulamben, Nyoman Pica mengatakan hal sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/banjirr.jpg)