Berita Karangasem
Pencuri Sapi di Karangasem Bali Ditangkap usai Resahkan Warga, Ternyata Juga Gasak Babi
Pria berinisial INW (51) asal Kecamatan Kubu itu diduga tidak hanya mencuri sapi milik warga Kecamatan Abang
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM - Setelah sempat membuat peternak resah menjelang Hari Raya Idul Adha, pelaku pencurian ternak sapi di Karangasem akhirnya berhasil diamankan polisi.
Pria berinisial INW (51) asal Kecamatan Kubu itu diduga tidak hanya mencuri sapi milik warga Kecamatan Abang, tetapi juga terlibat dalam kasus pencurian babi dan material proyek bangunan di sejumlah lokasi berbeda.
Satuan Reserse Kriminal Polres Karangasem berhasil mengamankan seorang pria berinisial INW (51), yang diduga terlibat dalam beberapa aksi pencurian di lokasi berbeda.
Termasuk aksi pencurian ternak sapi yang sempat meresahkan warga di Kecamatan Abang beberapa waktu lalu.
Penangkapan pria asal Kecamatan Kubu itu tidak hanya mengungkap kasus hilangnya sejumlah sapi milik warga di Kecamatan Abang. Dari hasil pemeriksaan polisi, INW juga diduga melakukan pencurian ternak babi dan material bangunan di wilayah Kecamatan Kubu.
Baca juga: Kisah Tengku Erlangga Jatuh Sakit di Bali, Warga Klungkung Tergerak Dampingi hingga Galang Donasi
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku saat ini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku sudah ditangkap dan saat ini diamankan di Polres Karangasem. Untuk detail kasusnya akan disampaikan saat rilis resmi,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Informasi yang diperoleh menyebutkan, penyidik melakukan pendalaman terhadap pelaku pada Senin 8 Juni 2026.
Dari pengakuannya, polisi menemukan keterkaitan dengan sejumlah tindak pencurian lain yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satunya terjadi di proyek pembangunan Kantor Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu. Dalam aksi tersebut, pelaku diduga mengambil tiga gulung kabel listrik serta 16 dus keramik yang disimpan di area proyek. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp4,5 juta.
Tak hanya itu, polisi juga mengaitkan pelaku dengan kasus pencurian dua ekor babi milik warga Desa Tulamben. Ternak tersebut dilaporkan hilang pada dini hari dan menyebabkan korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan barang-barang hasil curian diduga dijual kembali oleh pelaku untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena sebelumnya Karangasem sempat dihebohkan dengan maraknya pencurian ternak menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dalam kurun waktu sepekan, sedikitnya empat ekor sapi milik warga di Kecamatan Abang dilaporkan hilang. Dua di antaranya bahkan diketahui sedang bunting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Seorang-peternak-babi-di-Klungkung-sedang-membersihkan-kandang-babinya.jpg)